Selasa, 13 Oktober 2015

: PENGARUH GLOBALISASI EKONOMI TERHADAP DUNIA BISNIS JUDUL: HILANGNYA PASAR PRODUK EKSPOR INDONESIA KARENA KALAH BERSAING



TOPIK            : PENGARUH GLOBALISASI EKONOMI TERHADAP DUNIA  BISNIS
JUDUL            : HILANGNYA PASAR PRODUK EKSPOR INDONESIA KARENA  KALAH                          BERSAING


HILANGNYA PASAR PRODUK EKSPOR INDONESIA KARENA KALAH
BERSAING

            Era globalisasi membuat indonesia terpuruk akannya persaingan perdagang,
kini barang ekspor yang indonesia kirim untuk  negara-negara lain kalah bersaing
dengan negara tetangga. Padahal indonesia kaya akan hasil buminya dengan itu
indonesia harus bisa mengelolah hasil bumi dengan baik serta bisa mengalahkan
kualitas hasil olahan dari negara lain, memang indonesia masih banyak oalahan yang
dibuat dengan hasil tangan padahal di era globalisasi sekarang menggungakan hasil
tehnologi yang canggih, indonsia jauh sekali dengan menggunakan alat-alat canggih
maka dari itu indonesia masih ada kualitasnya yang tidak sesuai.

            Maka dari itu indonesia bisa belajar dengan negara-negara maju seperti Amerika
Serikat,Singapore,Cina,Jepang. Padahal Singapore yang dimana hasil buminya
Mengambil dari hasil bumi indonesia bisa menjadi negara maju, indonesia harus
mempunyai keinginan untuk  menjadi negara yang maju, agar bisa bersaing dengan
negara  negara lain dengan lebih mau belajar serta tidak bermalas - malasan, jangan
menjadi negara dengan hidupnya serba instan serta hanya ingin berkehidupan dengan
hasil yang dijual import dari negara luar, kembangakanlah hasil bumi yang telah ada
agar indoneisa jauh dari hal kemiskinan.

            Indonesia bisa bersaing dengan hasil karya yaitu karya seni baik dari sisi
musikalisasi, tarian, bisa dari kancana model busana, serta bahasa di era globalisasi kini
yang sedang disukai para kaum- kaum remaja adalah model busana yaitu busana dengan
konsep hijab atau wanita berjilbab, hal ini membuat banyaknya kreatifitas anak-anak
indonesia dengan bakat serta keinginan untuk mennjukan hasil karyanya dikancana
internasional diperoleh oleh zaskia sungkar, yang mengharumkan bangsa indonesia
dengan menampilkan karya model busana hijab dengan bertemakan negara indonesia,
dengan membawa tradisi betawi dalam peragaan model busana hijab di USA, ini
membuktikan indonesia mempunyai potensi yang bisa membawa indonesia ke
persaingan ekonomi.
            Hasil yang dapat diperoleh untuk melakukan persaingan globalisasi indonesia,
dapatmemperoleh modal serta meggunakan dengan modal yang ada untuk
memngembangakan hasil eksport indonesia ke negara lain agar hasil yag diperoleh
mejadi maksimal serta berkualitas tinggi sehingga banyak konsumen negara lain puas
akan hasil tersebut. Dalam hal ini badan keuangan negara serta pemerintah
menkoordinasikan persaingan perdangan eksport ini untuk lebih maju dari aspek apapun
pertanian, pertambangan dan yang lainnya agar indonesia banyak dikenal dengan hasil
yang sangat membagakan, untuk itu banyak juga negara-negara ingin bekerja sama atas
asil yang telah diperoleh bila pergerakan modal dalam pemebentukan sistimastis.

            Maka dari itu sebaiknya kita sebagai warga Indonesia yang mencintai Indonesia
wajib hukumnya untuk mendukung Indonesia agar bisa sejahtera. Misalnya dengan
membeli produk dalam negeri karena pasar kita yang sudah tersaingi oleh pasar luar
negeri di era globalisasi ini. Globalisasi membawa pengaruh positif terhadap Indonesia,
tetapi tidak kalah juga dengan contoh yang telah disebutkan diatas dampak negatifnya.
Dalam hal Globalisasi ini, peran pemerintah dalam suatu negara sangat diperlukan,
mengingat segala aspek yang dilakukan adalah demi tercapainya suatu keadaan negara
yang lebih baik. Pemerintah perlu menyikapi kehadiran globalisasi disini secara intensif
dan berkelanjutan (berkala). Karena dampak/pengaruh negatif dari globalisasi ini
jikadibiarkan secara terus menerus maka sama saja akan memutarbalikkan keadaan
bahkan membuat keadaan (kehidupan masyarakat) Indonesia semakin terpuruk.
Kesenjangan dan ketimpangan akan terjadi dan akan terus terjadi, baik antar wilayah,
maupun kedudukan sosial di Indonesia.

            Globalisasi produksi, di mana perusahaan berproduksi di berbagai negara,
dengan sasaran agar biaya produksi menjadi lebih rendah. Hal ini dilakukan baik karena
upahburuh yang rendah, tarif bea masuk yang murah, infrastruktur yang memadai
ataupunkarena iklim usaha dan politik yang kondusif. Dunia dalam hal ini menjadi
lokasi manufaktur global.Globalisasi pembiayaan, dimana perusahaan global
mempunyai akses untuk memperoleh pinjaman atau melakukan investasi
(baikdalambentuk portofolio ataupun langsung) di semua negara di dunia globalisasi
tenaga kerja,dimana, perusahaan global akan mampu memanfaatkan tenaga kerja dari
seluruh dunia sesuai kelasnya, seperti penggunaan staf profesional diambil dari tenaga
kerja yang telah memiliki pengalaman internasional atau buruh kasar yang biasa
diperoleh dari negara berkembang. Dengan globalisasi maka human movement akan
semakin mudah dan bebas.

            Globalisasi jaringan informasi. Masyarakat suatu negara dengan mudah dan cepat mendapatkan informasi dari negara-negara di dunia karena kemajuan teknologi, antaralain melalui : TV, radio, media cetak, dll. Dengan jaringan komunikasi yang semakin majutelah membantu meluasnya pasar ke berbagai belahan dunia untuk barang yang sama. Sebagai contoh : KFC, celana jeans levis, atau hamburger melanda pasar dimana- mana.Akibatnya selera masyarakat dunia -baik yang berdomisili di kota ataupun di desa-menuju pada selera global. Globalisasi Perdagangan. Hal ini terwujud dalam bentuk penurunan dan penyeragaman tarif serta penghapusan berbagai hambatan nontarif. Dengan demikian kegiatan perdagangan dan persaingan menjadi semakin cepat, ketat, dan fair.














Senin, 12 Oktober 2015

FUNGSI STRATEGI SDM SEBAGAI KEUNGGULAN KOMPETITIF PERUSAHAAN JUDUL: MENGELOLA SDM UNTUK MENINGKATKAN DAYA SAING


TUGAS SOFTSKILL 
PENGANTAR BISNIS
NPM                : 24215028
TOPIK            : FUNGSI STRATEGI SDM SEBAGAI KEUNGGULAN KOMPETITIF                                                   PERUSAHAAN
JUDUL           : MENGELOLA SDM UNTUK MENINGKATKAN DAYA SAING

MENGELOLA SDM UNTUK MENINGKATKAN DAYA SAING

            Untuk meningkatkan daya saing perusahaan harus berupaya untuk meningkatkan kinerja SDM dengan meningkatkan keablian dan keterampilan untuk mempersiapkan SDM dalam promosi jabatan maupun pemecahan masalah yang dihadapi perusahan. Peningkatan kinerja ini dapat dilakukan mela1ui melalui proses pendidikan , pelatihan dan pengembangan SDM. Pendidikan dan pelatihan menitik beratkan pada beberapa jenis keterampilan dan keahlian yang relatif sejenis serta dilakukan dalam jangka pendek, sedangkan proses pengembangan SDM lebih berorientasi pada peningkatan keterampilan dan keahlian lebih luas dan beragam serta dapat dilakukan dalam jangka panjang keberhasilan perusahaan dalam meningkatkan daya saing sangat tergantung pada eftkifitas dan efisiensi operasional dan strategi bisnis yang diterapkan oleh perusahaan.

            Merupakan aspek penting dalam menunjang kesuksesan perusahaan. Pemilihan dan penerapan strategi bisnis yang tepat akan sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia yang berperan penting dalam kegiatan operasional perusahaan, merencanakan dan melaksanakan strategi bisnis yang ditetapkan. Oleh karena itulah sangat penting untuk mengmtegrasikan manajemen sumber daya manusia kedalam perencanaan strategis perusahaan karena manajemen SDM sebagai salah satu fungsi manajemen perusahaan yang meliputi manajemen produksi, finansial dan pemasaran, merupakan fungsi manajemen yang sangat penting dalam mensuksesan pelaksanaan rencana strategis perusahaan.

            Pengintegrasian manajemen SDM dalam perencanaan strategi bisnis ini dimaksudkan untuk memberdayakan SDM yang dimiliki dalam pengelolaan berbagai unit kerja dalam organisasi agar proses pengelolaan sumber-sumber daya tersebut dapat di1akukan secara efektif dan efisien. Untuk mencapai tujuan tersebut diperlukan kerjasama antar masing-masing fungsi manajemen baik dalam jangka pendek maupun dalam jangka panjang.Pengintegrasian fungsi SDM dalam strategi bisnis perusahaan mengacu pada upaya pendefinisian ulang tentang kondisi organisasi kemampuan organisasi mengenai masalah bisnis.

            Hal ini dapat dilakukan dengan pendefinisian yang jelas mengenai peran, perilaku kegiatan, dan tanggung jawab masing-masing karyawan sehingga karyawan mampu meningkatkan kinerjanya dengan menguasai atau memiliki bakat dan keahlian sesuai bidang kerjanya, mampu mengembangkan diri, bekerjasama dalam tim kerja sehingga memberikan kontribusi yang besar dalam peningkatan kinerja perusahaan secara menyeluruh. Meningkatnya kinerja perusahaan akan memberikan dampak positif terhadap kelangsungan hidup dan perkembangan perusahaan. Melalui integrasi fungsi SDM dalam strategi bisnis perusahaan diharapkan tercapai efektivitas fungsi SDM dalam melakukan fungsinya, memberikan nilai tambah bagi organisasi, memperbaiki kinerja perusahaan, dan meningkatkan fleksibilitas organisasi untuk mampu beradaptasi dengan perubahan dan perkembangan lingkungan bisnis yang makin kompetitif.

Penggunaan pengembanagan kompetensi manajerial di1akukan dengan mewujudkan realisasi visi perusahaan dengan dukungan sumber daya organisaional sebgai modal organisasional yang mendukung perusahaan dalam menarik, mengembangkan, dan mempertahankan pekerja yang memiliki kompetensi yang tinggi Akuisisi dan mobilisasi berbasis input dilakukan melalui perekrutan pekerja untuk organisasi, mengekploitasi ketidaksempurnaan pasar tenaga kerja eksternal, mengembangkan pasar tenaga kerja internal yang cukup efisien, dan mernupiik pembentukan modal SDM yang spesifik bagi perusahaan.  
Akumulasi dan mobilisasi ini dimaksudkan bahwa dengan investasi SDM, fungsifungsi SDM seperti seleksi, sosialisasi, penilaian kinerja, pengaturan perusahaan, pengupahan berbasis skill akan menjadi sumber potensial bagi keunggulan kompetitif perusahaan Pengembangan dan pengggunaan kompetensi transformasional melalui sistem SDM dapat memupuk dan mendorong akumulasi pengetahuan organisasional melalui inovasi, entrepreneurship, budaya organisasi, dan pembe1ajaran organisasi (social learning) yang diperlukan untuk mengubah input menjadi output yang menguntungkan perusahan.Pengembangan dan eksploitasi kompetensi berbasis output dilakukan dengan cara menciptakan keterlibatan dan komitmen pekerja terhadap perusahan, memupuk idyncratk (pencarian peluang dan interpretasi spesifikasi perusahaan dan simbol pengetahuan), serta membangun reputasi operasional yang positif.



Minggu, 11 Oktober 2015

PENGARUH KEBIJAKAN PEMERINTAH TERHADAP DUNIA BISNIS JUDUL : PENGARUH STRUKTUR GAJI DALAM DUNIA USAHA



TOPIK            :  PENGARUH KEBIJAKAN PEMERINTAH TERHADAP DUNIA  BISNIS
JUDUL           :  PENGARUH STRUKTUR GAJI DALAM DUNIA USAHA


PENGARUH STRUKTUR GAJI DALAM DUNIA USAHA

            Banyak hal yang masih menjadi tanda tanya dan keraguan bagi para pemilik
modal atau investor untuk membuka bisnis di Indonesia. Seperti rumitnya perizinan
usaha, kebijakan pemerintah yang berpengaruh terhadap dunia bisnis, serta
ketidakstabilan politik di dalam negeri. Suasana atau iklim investasi di Indonesia dinilai
tidak kondusif oleh para investor khususnya mengenai struktur gaji para karyawannya.
Setiap tahun pasti terjadi perdebatan antara pemerintah, pengusaha dan para buruh
mengenai besarnya gaji. Dari kacamata Pengusaha, Upah buruh yang tinggi akan sangat
berpengaruh terhadap perusahaan karena akan menambah beban operasional sehingga
bisa mengurangi laba. Akan tetapi apabila dilihat dari sisi karyawan gaji harus sesuai
dengan biaya hidup layak. Jadi peran pemerintah sangat diharapkan untuk
menyelesaikan masalah gaji tersebut. Misalnya memberi insentif kepada perusahaan
untuk mengurangi beban operasional perusahaan, mengeluarkan kebijakan yang
menguntungkan pengusaha dan buruhnya.

            Memberikan upah kepada karyawan atas pekerjaannya merupakan kewajiban
perusahaan. Upah yg diberikan untuk suatu jabatan idealnya tidak terlalu berbeda jauh untuk menghindari ketidakadilan antara karyawan pada jabatan yang sama. Karyawan
membandingkan kualifikasi dirinya seperti pendidikan dan pengalaman, dengan upah terbaik yang bisa diperolehnya. Untuk melindungi pekerja/buruh, pemerintah menetapkan upah minimum yang sering disebut Upah Minimum Regional (UMR). Penetapan upahminimumberdasarkan Kebutuhan Hidup Layak (KHL). Nilai KHL diperoleh melalui survei yang dilakukan oleh tim yang terdiri dari Dinas Tenaga Kerja, Serikat Pekerja, dan APINDO(Asosiasi Pengusaha Indonesia). Perhitungan KHL selalu menimbulkan ketidakpuasan antara pihak pengusahadengan buruh. Semua memiliki pandangan masing-masing.
            Pekerja menginginkan upah yg tinggi karena biaya hidup perbulannya sering berubah dikarenakan adanya kebijakan baru dari pemerintah. Misalnya Pemerintah menaikkan harga BBM sehingga menyebabkan harga semua barang naik akibatnya biaya hidup bertambah tetapi gaji yang diperoleh tetap. Untuk itu para buruh menginginkan gaji yg lebih tinggi sehingga bisa menutupi kekurangan dari biaya hidup tersebut. Hal ini dikarenakan UMR berlaku selama 1 tahun. Keinginan buruh selalu bertolak belakang dengan keinginan para pengusaha karena para pengusaha
menginginkan gaji yang rendah agar beban operasionalnya rendah.Perusahaan sering menuntut kenaikan upah seiring dengan peningkatan produktivitasnya.

            Namun, pekerja yang merasa memiliki posisi tawar yang lebih lemah cenderung lebih suka memberikan tekanan kepada pemerintah agar menekan pengusaha ketimbang
berunding langsung dengan pengusaha. Akibatnya pengusaha menjadi pasif hanya menunggu keputusan kenaikan nilai UMR daripada melakukan negosiasi gaji dengan wakil pekerja. Banyaknya tuntutan kepada pengusaha melalui peraturan pemerintah seperti UMR dan program bina lingkungan menimbulkan celetukan fakir miskin dan anak terlantar dipelihara oleh pengusaha. Untuk itu dibutuhkan peran pemerintah yang netral tanpa merugikan pihak manapun. Untukkesejahteraan masayarakat yang dimana mempunyai gaji upah minimum.

            Pemerintah harus bisa melindungi Perusahaan-perusahaan kecil yg merasa terbebani dalam masalah gaji tersebut. Pemerintah harus bisa mengambil kebijakan yang baik untuk kelangsungan perusahaan kecil misalnya memberikan pinjaman dengan bunga yang rendah sebagai modal, membangun infrastruktur yang baik sehingga mengurangi biaya transportasi perusahaan. Selain peran pemerintah, hubungan yang harmonis antara pengusaha dan pekerja juga sangat penting. Harmoni yang dibangun dengan saling menghargai merupakan dasar hubungan yang harmonis. Namun demikian ternyata iklim hubungan industrial di Indonesiamasih dibayangi oleh konfrontasi antara pengusaha dan pekerja.

            Peningkatan modal sangat berperan penting untuk meningkatkan perekonomian. Oleh karena itu pemerintah dan swasta berupaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi melalui penghimpunan dana yang diarahkan pada kegiatan ekonomi produktif yaitu dengan menggenjot investasi, baik penanaman modal dalam negeri maupun penanaman modal dalam negeri serta penimgkatan volume perdagangan luar negeri melalui ekspor guna menambah cadangan devisa. pertumbuhan ekonomi dapat mengakibatkan terjadinya peningkatan pada harga umum atau menyebabkan terjadinya inflasi.Kebijakan moneter merupakan salah satu kebijaksanaan pemerintah yang dapat mempengaruhi kegiatan ekonomi. Apabila pemerintah memandang bahwa tujuan pembangunan ekonomi tidak seperti yang diharapkan, misal adanya pengangguran yang cukup tinggi, inflasi atau defisit dalam neraca pembayaran, maka perlu adanya tindakan stabilisasi untuk menghilangkan dan mengurangi pengangguran, menekan inflasi dan defisit neraca pembayaran.


            Sektor pemerintah selama ini masih dianggap sebagai leading sektor yang mampu memberi dorongan kuat terhadap perkembangan ekonomi Indonesia. Peranan pemerintah dalam perekonomian tersebut dituangkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.Selain sektor riil yang telah disebutkan diatas, masih ada sektor lain yang juga ikut berperan dalam perekonomian, yaitu sektor moneter. Sektor moneter ini menyangkut perilaku pasar uang yang akan berkaitan dengan sumber dana yang dibutuhkan secara riil. Sektor moneter ini menyangkut perilaku masyarakat dalam menawarkan uang. Perilaku masyarakat dalam meminta uang tergantung pada motif orang yang memegang uang. Sedang perilaku pemerintah dalam menawarkan uang tergantung pada kondisi perekonomian secara umum dan sesuai dengan arah kebijakan ekonomi yang akan dilakukan oleh pemerintah.