Selasa, 13 Oktober 2015

PENGARUH GLOBALISASI EKONOMI TERHADAP DUNIA BINIS JUDUL: PENGARUH GLOBALISASI TERHADAP NILAI NASIONALISME DIKALANGAN MUDA



TOPIK            : PENGARUH GLOBALISASI EKONOMI TERHADAP DUNIA BINIS
JUDUL           : PENGARUH GLOBALISASI TERHADAP NILAI NASIONALISME                                                     DIKALANGAN MUDA


PENGARUH GLOBALISASI TERHADAP NILAI NASIONALISME
DIKALANGAN MUDA


            Berbagai tantangan kehidupan global kini dihadapi oleh generasi muda dalam
menjalankan kehidupan berbangsa dan bernegara. Globalisasi banyak mengubah cara
hidup masyarakat di dunia, termasuk Indonesia, dalam berbagai bidang. Dampaknya
terasa di segala sisi, di mana dunia terpecah menjadi dua, yakni pihak yang "menang"
dan pihak yang "kalah" sehingga ada kesenjangan antarnegara. Ini menyebabkan
negara-negara yang ada di barisan belakang terjerat utang luar negeri, korupsi, serta
lemah dalam kontrol regulasi terhadap korporasi yang punya rekam jejak buruk dalam
hal lingkungan. Akhirnya, globalisasi bukan hanya menyebabkan timbulnya dusun
dunia tapi juga perampasan dunia.

            Arus globalisasi begitu cepat merasuk ke dalam masyarakat, terutama di
kalangan muda. Pengaruh globalisasi terhadap anak muda begitu kuat. Pengaruh
globalisasi tersebut telah membuat banyak anak muda kita kehilangan kepribadian diri
sebagai bangsa Indonesia. hal ini di tunjukan dengan gejala-gejala yang muncul dalam
kehidupan sehari-hari anak muda sekarang. Dari cara berpakaian, banyak renaja-remaja
kita yang berdandan seperti selebritis yang cenderung ke budaya Barat, Tidak banya
remaja yang mau melestarikan budaya bangsa dengan mengenakan pakaian yang sopan
sesuai dengan kepribadian bangsa.

            Teknologi internet merupakan teknologi yang memberika informasi tanpa batas
dan dapat di akses oleh siapa saja.apa lagi untuk anak muda internet sudah menjadi
santapan mereka sehari-hari. jika di gunakan dengan baik, tentu kita memperoleh
manfaat yang berguna. Tetapi jika tidak, kita akan mendapat kerugian. Rasa sosial
terhadap masyarakat menjadi tidak ada karena mereka lebih sibuk menggunakan
hanphone. Dilihat dari sikap, banyak anak muda yang tingkah lakunya tidak kenal
sopan santun dan cenderung cuek dan tidak ada rasa peduli terhadap lingkingan.
Contoh, adanya geng motor anak muda yang melakukan tindakan kekerasan yang
mengganggu ketentraman dan kenyamanan masyarakat. Moral generasi bangsa menjadi
rusak dan timbul tindakan anarkis antara golongan muda.

            Untuk itu anak-anak muda sekarang diberi kesadaran agar menumbuhkan rasa
nasionalisme untuk mencintai produk dalam negri. karena tidak hanya produk luar saja
yang berkualitas, tetapi produk lokal indonesia juga mempunyai  kualitas yang baik.
Untuk itu adanya kesadaran mental kita agar cinta akan produk indonesia, hasil yang
diperoleh dalam pembuatan produk khas serta mempunyai ciri yang bagus akan disukai
oleh semua kalangan contoh: batik batik sekarang sudah memasyarakat sampai kaum
muda sudah menyukai batik dan batik juga telah mendunia. Maka dari itu sudah bisa
dilihat produk indonesia dengan negara lainpun bisa bersaing dan banyak untuk
berminat dalam produk tersebut.

                        Anak muda banyak yang lupa akan identitas diri sebagai bangsa
Indonesia, karena gaya hidupnya cenderung meniru budaya barat. Masalahnya anak
muda sangat konsumtif dengan macam-macam hal seperti gaya berbusana, padahal gaya
berbusana orang barat condong berbeda dengan gaya berbusana orang timur, memang
anak-anak jaman sekarang melihat semua itu adalah gaya. Tetapi pada satu titik ada hal
yang harus dilihat buruk dan baiknya, anak muda indonesia juga ingin semua hal yang
ada itu secara praktis padahal hal yang instan tidaklah baik, pada hakikatnya manusia itu
harus bekerja serta berusaha untuk mendapatkan hasil yang maksimal dan bisa bersaing
dengan negara lain serta tidak menjadi orang yang konsumtif dengan barang-barang
bukan hasil produk lokal sendiri.

            Tidak ada yang menyangkal jika spirit nasionalisme pemuda era reformasi kian
memudar. Tentu, di sini penulis merasa tidak perlu mengurai apa penyebabnya. Sudah
bukan jamannya lagi mencari kambing hitam, saatnya kita membunuh kambing hitam
dengan mencari solusi dan pemecahannya guna mengharu-birukan kembali semangat
nasionalisme pemuda. Terang, yang dibutuhkan adalah olah gagasan, ide untuk berpikir
dan bergerak supaya spirit nasionalisme itu tumbuh. Spirit adalah mentalitas. Tak dapat
dipungkiri membangun mentalitas nasionalisme itu tidak mudah. Perlu usaha keras dan
kerja cerdas. Mentalitas adalah barang mahal yang tak gampang diperoleh. Sementara
mentalitas ini adalah akar dari gerakan nasionalisme. Hal ini sangat fundamental. Di
samping sistem tentu spirit dan rasa nasionalisme yang membangun mentalitas ini akan
menentukan action kita di lapangan.

            Dalam aspek perekonomian Negara, dengan memudarnya rasa nasionalisme
pada generasi muda Indonesia mengakibatkan perekonomian bangsa Indonesia jauh
tertinggal dari Negara-negara tetangga. Saat ini masyarakat hanya memikirkan apa yang
Negara berikan untuk mereka, bukan memikirkan apa yang mereka dapat berikan pada
Negara. Dengan keegoisan inilah, masyarakat lebih menuntut hak dari pada
kewajibannya sebagai warga Negara. Sikap individual yang lebih mementingkan diri
sendiri dan hanya memperkaya diri sendiri tanpa memberikan retribusi pada Negara,
mengakibatkan perekonomian Negara semakin lemah.

            Dengan adanya langkah- langkah antisipasi tersebut diharapkan mampu
menangkis pengaruh globalisasi yang dapat mengubah nilai nasionalisme terhadap
bangsa. Sehingga kita tidak akan kehilangan kepribadian bangsa. Namun, nasionalisme
harus dibentuk dan dibangun secara manifestasi melalui berbagai  teori dan praktek
sehingga mampu menghasilkan sebuah paradigma dan realita. Dalam membangun ide
nasionalisme secara utuh memerlukan pemahaman dan organisasi berbasis gerakan
untuk bertransaksi secara sosial dengan masyarakat, sehingga pada akhirnya terjadi
interaksi kuat antara organisasi dan massa dalam satu ide, yaitu nasionalisme.





















Tidak ada komentar:

Posting Komentar