Minggu, 11 Oktober 2015

PENGARUH GLOBALISASI EKONOMI TERHADAP DUNIA BISNIS MASUK TENAGA KERJA ASING



TOPIK           : PENGARUH GLOBALISASI EKONOMI TERHADAP DUNIA  BISNIS
JUDUL           : MASUK TENAGA KERJA ASING
                                         


MASUK TENAGA KERJA ASING

           
            Tenaga kerja merupakan faktor pendukung perekonomian suatu negara. Untuk
memajukan perekonomian suatu negara diperlukan tenaga kerja yang berkualitas.Dalam
suatu negara, tenaga kerja ada yang dipekerjakan di dalam dan di luar negara itu sendiri.
Seperti halnya Indonesia, tenaga kerja Indonesia banyak bekerja di luar negeri. Tenaga
kerja Indonesia yang bekerja di luar negeri, dapat menghasilkan devisa negara yang
turut mendukung perekonomian Indonesia. Sebagian besar tenaga kerja di Indonesia
berpendidikan rendah dengan keterampilan dan keahlian yang kurang memadai,
sehingga belum mempunyai keterampilan dan pengalaman yang baik serta maksimal.

            Dengan demikian kualitas tenaga kerja di Indonesia tergolong rendah. Kualitas
tenaga kerja yang rendah mengakibatkan kesempatan kerja semakin kecil dan terbatas.
Karena mayoritas perusahaan-perusahaan atau lapangan kerja lainnya lebih memilih
tenaga kerja yang berkualitas baik. Sehingga jarang tenaga kerja mendapatkan
kesempatan untuk bekerja. Keterampilan dan pendidikan yang terbatas akan membatasi
ragam dan jumlah pekerjaan. Rendahnya tingkat pendidikan akan membuat tenaga kerja
Indonesia minim akan penguasaan serta pengembangan ilmu pengetahuan dan
teknologi.

            Selain itu, kualitas tenaga kerja Indonesia yang rendah juga di latarbelakangi
oleh faktor kondisi internal tenaga kerja, seperti motivasi kerja, pengalaman kerja,
keahlian/keterampilan, tingkat kehadiran, inisiatif dan kreativitas, kesehatan serta
perilaku/sikap. Sedangkan untuk faktor eksternal, meliputi: kedisiplinan kerja, tingkat
kerjasama, perasaan aman dan nyaman dalam bekerja, teknologi yang digunakan untuk
mendukung pelaksanaan pekerjaan dan bidang pekerjaan sesuai dengan bidang yang
diminati. Motivasi bekerja yang kurang atau yang menunjukkan sifat kemalasan tenaga
kerja akan membuat pekerjaannya tidak membuahkan hasil yang baik dan maksimal.
Keterampilan tenaga kerja pun sangat mempengaruhi kualitas kerjanya. Sehingga
kualitas tenaga kerja Indonesia dan hasil produksinya kurang maksimal.

            Jumlah tenaga kerja ahli ini maka reputasi Indonesia sebagai negara pemasok buruh
pun belum dapat diubah. Hal ini tentu saja memberikan dampak negatif bagi negara ini karena
dengan label negara pemasok buruh secara tidak langsung menegaskan bahwa tingkat
pendidikan Indonesia masih sangat rendah, berbeda halnya apabila suatu negara dikenal sebagai
negara pemasok tenaga-tenaga professional, seperti, Amerika, German, dan Jepang, maka
negara tersebut akan mendapat predikat positif karena tingginya tingkat pendidikan yang baik.
Selanjutnya dangan predikat baik ini suatu negara secara tak langsung akan lebih menghargai
dan mencintai negaranya. Kenyataan ini kontras dengan negara Indonesia yang seperti telah
dijelaskan sebelumnya mendapat predikat sebagai pemasok buruh, sehingga hal ini pun
mengakibatkan rendahnya harga diri bangsa dimata bangsa Indonesia sendiri maupun di mata
bangsa lain.

            Tenaga kerja asing di Indonesia yang umunya lebih memberikan banyak dampak
negative bagi para pekerja lokal, karena tenaga profesional asing yang masuk ke Indonesia
umunya dibayar lebih mahal ketimbang tenaga kerja ahli lokal. Mirisnya meskipun sama-sama
tenaga kerja ahli, tenaga kerja ahli asing selalu mendapatkan prlakuan yang lebih dibanding
tenaga kerja ahli lokal, baik dari segi pembayaran, penghormatan, maupun kedudukan. ,
Investor asing lebih suka menggunakan buruh-buruh dari Negara China dan India
karena selain  harga buruh yang murah, China dan India terkenal memiliki etos kerja
yang lebih baik ketimbang Indonesia. Sehingga tak aneh jika buruh-buruh di Indonesia
kebanyakan hanya sebagai buruh tak terampil, berbeda halnya dengan China dan India
dimana buruh-buruh negara tersebut memiliki keterampilan.

            Untuk itu dibutuhkan paradigma baru untuk membentuk pemikiran akan
pentingnya bekal pendidikan serta keterampilan bagi masyarakat Indonesia, sehingga
label buruk sebagai pemasok buruh dapat segera berubah, setidak-tidaknya dapat
dimulai dengan pembekalan keterampilan agar tenaga kerja lokal dapat bersaing dengan
tenaga kerja asing. Ketentuan ini mengharapkan agar tenaga kerja Indonesia kelak
mampu mengadop skill tenaga kerja asing yang bersangkutan dan melaksanakan sendiri
tanpa harus melibatkan tenaga kerja asing. Dengan demikian penggunaan tenaga kerja
asing dilaksanakan secara slektif dalam rangka pendayagunaan tenaga kerja Indonesia
secara optimal.



            Persaingan dalam kinerja, untuk itu masyarakat indonesia bersedia untuk
medayagunakan segala fasilitas teknologi agar dalam bekerja bisa bersaing dengan
kinerja masyarakat asing.Jjangan hanya bekerja menjadi buruh yang bekerja dinegara
sendiri harus mempunyai kedudukan yang tinggi, selalu berusaha serta belajar dengan
segala macam cara untuk bersaing dengan negara asing karena, dengan adanya mereka
bekerja didalam negeri kita membuat pengaguran indonesia semakin meningkat, era
globalisasi sekaran harusnya kita belajar dengan metode yang canggih serta dapat
mengusai segala bidang agar mampu bersaing.

            Lulusan universitas dari luar negeri dianggap lebih berkualitas dibandingkan dengan lulusan universitas dalam negeri. Memiliki wawasan global menjadi suatu keniscayaan pada era ini. Namun merasa inferior dalam bingkai kompetisi dengan masyarakat global menjadikan tenaga kerja lokal akan selalu berada dibawah posisi angkatan kerja asing. Pada kenyataanya tenaga kerja lokal kita tidak kalah berkualitasnya dengan tenaga kerja asing. Tenaga kerja lokal mampu bersaing dengan tenaga kerja asing baik dari segi pendidikan dan keterampilan. Hal ini telah banyak terbukti dari kesuksesan-kesuksesan pebisnis-pebisnis handal kita yang juga diakui oleh negara lain. Tentu saja sikap optimistik ini harus juga sejalan dengan usaha-usaha meningkatan kualitas sumber daya manusia angkatan kerja kita. Jangan sampai tenaga kerja Indonesia justru menjadi budak di negeri sendiri.
















Tidak ada komentar:

Posting Komentar