TOPIK : FUNGSI STRATEGI SDM SEBAGAI
KEUNGGULAN KOMPETITIF PERUSAHAAN
JUDUL : PERAN SDM SEBAGAI MODAL KEUNGGULAN BERSAING
PERAN SDM SEBAGAI MODAL KEUNGGULAN BERSAING
Dalam lingkungan bisnis yang
kompetitif tersebut, perusahaan harus memiliki kemampuan untuk membedakan
dirinya dalam persaingan agar dapat mempertahankan kelangsungan hidupnya. Untuk
itu manajemen perlu mempelajari lebih mendalam sumber daya yang dapat diandalkan
untuk bersaing di lingkungan bisnis yang kompetitif, dan meletakkan leverage
pada sumber daya yang mampu menempatkan perusahaan pada posisi daya saing
dalam jangka panjang. Sumber daya manusialah yang memiliki kemampuan untuk
menjadi faktor pembeda (distinction) perusahaan dalam persaingan melalui
kemampuan mereka dalam menerapkan pengetahuan dalam pekerjaan mereka.
Sumber daya perusahaan terdiri dari aset
tangible maupun aset intangible seperti kemampuan, proses organisasi,
atribut-atribut perusahaan, informasi dan pengetahuan. Sumber daya manusia
(SDM) merupakan sumber pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan yang
terakumulasi dalam diri anggota organisasi. Kemampuannya ini terus diasah oleh
perusahaan dari waktu ke waktu dan perusahaan terus mengembangkan keahliannya
sebagai pilar perusahaan agar selalu memiliki keunggulan kompetitif kemampuan pengetahuan, kemampuan keterampilan, dan
kemampuan sikap sehingga tanggung jawab mereka dapat terselesaikan dengan
ketentuan yang ditetapkan. Beberapa indikasi kemampuan kerja tersebut dapat
menunjukkan adanya kemampuan kerja secara keseluruhan, dimana kemampuan yang
dimiliki oleh seorang karyawan dapat menunjukkan tingkat kemampuan kerja yang
dimiliki sehingga mencerminkan kinerja yang akan dihasilkan karyawan tersebut.
Setiap
langkah perusahaan untuk mengembangkan diri dapat dengan mudah ditiru oleh
perusahaan lain sehingga tidak mungkin terus menerus dipertahankan sebagai
competitive advantage. Sebaliknya, SDM merupakan sumber keunggulan kompetitif yang
potensial karena kompetensi yang dimilikinya berupa intelektualitas, sifat,
keterampilan, karakter personal, serta proses intelektual dan kognitif, tidak
dapat ditiru oleh perusahaan lain. Tak ayal dalam lingkup industri tertentu
yang lukratif dan kompetitif akan diwarnai dengan bajak-membajak SDM untuk
memacu keunggulan kompetitif perusahaan.
Pentingnya
kontribusi SDM sebagai salah satu faktor pendukung kesuksesan perusahaan amat
disadari oleh para pimpinan puncak organisasi. Sehingga perusahaan dituntut
untuk melakukan pengembangan berkesinambungan terhadap kuantitas dan kualitas
"stok" pengetahuan mereka melalui pelatihan kepada SDM atau
merangsang SDM-nya agar "learning by doing" dalam sebuah semangat
yang termaktub dalam learning organization. Membangun kemampuan SDM yang
didasari oleh kapasitas perusahaan untuk mempertahankan karyawannya, merupakan
langkah awal dalam penciptaan aset SDM startegis. Namun langkah awal tersebut
tergantung pada proses organisasi untuk mencetak SDM yang kompeten dan kemampuan
perusahaan untuk merekrut individu-individu terbaik.
Organisasi
hidup di dalam lingkungan yang secara terus-menerus mempengaruhi keberadaan dan
kelangsungan hidupnya. Untuk hal ini, organisasi haruslah senantiasa melakukan
upaya-upaya yang dapat memperkokoh keberadaannya di dalam lingkungannya. Upaya
yang dapat dilakukan salah satunya adalah dengan memberikan nilai tambah bagi
lingkungannya melalui penyampaian berbagai output yang dihasilkan. Upaya
ini hanya dimungkinkan jika organisasi memiliki SDM yang kompeten. Sementara
itu, kompetensi SDM yang ada di dalam organisasi tidaklah selalu sesuai dengan
apa yang dituntut untuk keberhasilan sebuah pekerjaan. Tak dapat dipungkuri,
ada juga organisasi yang cukup beruntung karena secara tidak sengaja memiliki
SDM yang kompeten yang memiliki pengetahuan, keterampilan, sikap mental dan
sosial yang sangat mendukung pengetahuan visi dan misi organisasi.
Tidak
jarang pula organisasi memiliki SDM yang berasal dari berbagai macam sumber
titipan yang seringkali merepotkan karena tidak dibarengi dengan keterampilan
dan pengetahuan yang memadai. Atau, tuntutan perkembangan lingkungan tidak
didukung dengan perkembangan kompetensi yang dihasilkan oleh institusi
pendidikan sehingga selalu ada gap antara yang diharapkan dengan yang ada.
Dengan demikian, organisasi mau tidak mau dituntut untuk dapat melakukan upaya
sendiri dalam membangun kompetensi SDM-nya. Upaya ini secara kontiniu dilakukan
mengingat situasi dan kondisi di dalam lingkungan senantiasa mengalami perubahan.
organisasi
mempunyai visi untuk menjadi sebuah perusahaan kelas dunia, maka dalam strategi
SDM-nya haruslah mendukung pengembangan kompetensi yang dapat membantu
pencapaian visi menjadi kelas dunia . Mulai dari penerimaan karyawan baru,
harus dibarengi dengan seperangkat persyaratan yang dapat membantu tersedianya
SDM dengan kualitas kelas dunia.Program-program pengembangan SDM-nya juga harus
mencerminkan arah strategi tersedianya SDM berkualitas. Sistem kompensasi,
karier, dan pemeliharaan SDM pun semuanya haruslah mencerminkan arah strategi
perusahaan.Selanjutnya, kompetensi SDM dipetakan agar lebih mudah dalam
pengelolaannya. Pemetaan kompetensi ini akan merupakan rancangan kompetensi
yang ingin dibangun organisasi, baik yang merupakan kompetensi inti maupun
kompetensi pendukungnya.
SDM
sebagai aset utama dari suatu bangsa yang berarti harkat martabatnya sebagai
manusia didudukan sebagaimana yang seharusnya sebagai manusia. Perlakuan yang
manusiawi tersebut salah satunya adalah dengan mencerdaskan dan menyiapkan
menjadi SDM yang unggul, berkualitas dan mempunyai keahlian atau ketrampilan
apa saya yan diperlukan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.Tak dapat dipungkiri bahwa karyawan
merupakan salah satu penentu kelancaran usaha kita. Dengan pengelolaan yang
baik akan menciptakan iklim kerja yang kondusif, sehingga karyawan dapat
bekerja dengan optimal untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Sekarang menjadi
tugas Anda, untuk dapat mengelola karyawan dengan baik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar