TOPIK
: FUNGSI STRATEGI
SDM SEBAGAI KEUNGGULAN KOMPETITIF PERUSAHAAN
JUDUL
: SDM UNTUK MENGHADAPI
GLOBALISASI
SDM UNTUK
MENGHADAPI GLOBALISASI
Perubahan
lingkungan bisnis demikian kuat pengaruhnya terhadap organisasi. Setiap
perubahan yang terjadi selalu akan membawa dampak bagi setiap aspek organisasi
seperti : nilai tambah hasil,struktur kompleks,span of
control,manajemen,kelompok kerja,susunan pekerjaan,proses aktivitas dan bentuk
komunikasi atau pendelegasian wewenang. Berbagai pengaruh perubahan yang
terjadi menuntut organisasi untuk membuka diri terhadap tuntutan perubahan dan
berupaya menyusun strategi dan kebijakan yang selaras dengan perubahan
lingkungan bisnis dan akan bergantung pada kemampuan organisasi dalam
menyesuaikan diri terhadap perubahan lingkungan. Artinya suatu organisasi mampu
menyusun strategi dan kebijakan yang ampuh untuk mengatasi setiap perubahan
yang terjadi. Keberhasilan penyusunan kebijakan dan strategi organisasi akan
didukung lebih banyak fungsi manajerial yang ada. Salah satu bidang fungsional strategi yang menjadi perhatian adalah
Manajemen Sumber Daya Manusia.
Manajemen
SDM merupakan bidang strategis dari organisasi. MSDM harus dipandang sebagai
perluasan dari pandangan tradisional untuk mengelola orang secara efektif dan
untuk itu membutuhkan pengetahuan tentang prilaku manusia dan kemampuan untuk
mengelolanya. Oleh sebab itu wajarlah apabila penyusunan strategi SDM harus
relevan terhadap penyusunan strategi bisnis.Pembahasan dimulai dengan
menekankan pada perubahan lingkungan bisnis dramatis yang memiliki pengaruh
terhadap perubahan peran SDM. Untuk mendukung perubahan tersebut organisasi
perlu melakukan Reposiotioning baik dalam hal perilaku dan kompetensi
SDM sebagai bagian dari Reposiotioning peran SDM untuk meningkatkan
keunggulan kompetitif perusahaan.
Perubahan lingkungan bisnis akan membawa dampak perubahan
pada strategi bisnis. Sebagaimana telah diketahui perubahan strategi bisnis
akan semakin mengarahkan manajer untuk memperjelas ke arah mana visi dan misi
bidang SDM akan dibawa. Dalam pengertian bahwa SDM merupakan bagian yang tidak
terpisahkan dari organisasi. Karena perubahan ini menyangkut banyak aspek dan
tuntutan yang harus dicapai maka perlu dilakukan pengembangan kualitas SDM.
Pengembangan kualitas SDM biasanya dilakukan melalui kegiatan investasi SDM
maka perlu diketahui bahwa dengan adanya investasi SDM maka pola strategi SDM
akan berubah dan menuntut perubahan tipe kompetensi pada tipe tugas berbeda
yang akan berdampak pada perubahan peran SDM.Terkait dengan perubahan peran SDM
maka kita perlu melihat peran SDM pada paradigma tradisional.
Berdasarkan pendekatan tersebut
manajer SDM diharapkan mampu mengkoordinasikan semua elemen organisasional
untuk dikelola secara bersama dengan harapan dapat meningkatkan kinerja
organisasi yang bersangkutan. Masalah proses Repositioning menyangkut perubahan
peran SDM yang menuntut berbagai macam peningkatan kualitas dalam diri
karyawan. Sehingga mau tidak mau SDM harus dikembangkan dulu sebelum dinyatakan
layak untuk menjalankan peran SDM strategis.Menyimak uraian diatas maka dapat
disimpulkan bahwa organsisasi yang ingin survive dalam lingkungan
persaingan yang ketat harus melakukan Repositioning peran SDM dengan
cara melatih (investasi) dan melatih kembali (reinvestasi) SDM baik dalam aspek
perilaku maupun kompetensi SDM.
Implikasi globalisasi pada manajemen
SDM tampaknya masih kurang diperhatikan secara proporsional karena tolok ukur
keefektifannya kurang memiliki keterkaitan langsung dengan strategi bisnis.
Peranan manusia dalam menunjang pengimplentasian suatu strategi perusahaan, SBU
(Strategic Business Unit) maupun fungsional sangat penting dan menentukan.
Banyak perusahaan yang telah melakukan program – program pelatihan dan
pengembangan SDM sebagai tanggapan dalam mengantisipasi suatu perubahan lingkungan
yang sangat cepat. Yang perlu dipertanyakan adalah pertanyaan ini penting
sebagai dasar mengevaluasi keefektifan program pengembangan secara keseluruhan.
Alat ukur keefektifan organisasi dan aktivitas SDM perlu dirancang secara
profesional. Capital intellectual dan pengukurannya akhir –
akhir ini sering dipertimbangkan sebagai alternatif yang menjanjikan kendati
pengimplentasiannya tidak semudah yang diperkirakan.
Berbagai isu antara lain hak paten,
royalty, ecolabelling, etika berbisnis, upah minimum pekerja,
tuntutan pelanggan, lingkungan bebas polusi ikut mewarnai dunia usaha di abad
ini. Selain itu, flexibility dancontinuous learning merupakan
karakteristik yang sangat penting dan yang sudah dipertimbangkan oleh pelaku
bisnis untuk menjawab tantangan perdagangan bebas yang semakin kompetitif.
Untuk memenangkan persaingan di pasar global, perusahaan harus berupaya dalam
layanan yang luar biasa pada pelanggan, mengembangkan kemampuan – kemampuan
baru, produk baru yang inovatif, komitmen karyawan/wati, pengelolaan perusahaan
melalui kerja sama kelompok. Perusahaan dituntut berpikir global (think
globally dan act locally) serta mempunyai visi dan misi
yang jauh berwawasan ke depan.
Dalam
menentukan strategi SDM, faktor – faktor eksternal perlu dipertimbangkan
mengacu pada future trends and needs, demand and supply, peraturan pemerintah,
kebutuhan manusia pada umumnya dan karyawan pada khususnya, potensi pesaing,
perubahan sosial, demografis, budaya maupun nilai – nilai, dan
teknologi.Perusahaan harus memilih strategi bisnis yang tepat. Yang terpenting
dalam meraih keuntungan kompetitif adalah melalui pengelolaan SDM secara
efektif. Kemitraan dengan perusahaan lain merupakan karakteristik untuk
meningkatkan produktivitas dan prestasi perusahaan. Sebab itu network structure
dan budaya perusahaan yang mengacu pada inovasi, kreativitas dan belajar
berkesinambungan (continuos learning) merupakan pilihan yang tepat bagi
perusahaan – perusahaan yang ingin survive dan berkembang.
Dengan
dimulainya perdagangan bebas, pemerintah dan pelaku bisnis harus siap
menghadapinya dengan mempersiapkan strategi bisnis dan khususnya SDM agar kita
mampu bersaing dalam skala dunia.Di tingkat makro, dalam menghadapi tantangan
globalisasi perusahaan atau pelaku bisnis, pemerintah dan akademis perlu
mengembangkan tenaga kerja nasional melalui program-program terpadu dan nyata.
Seperti yang sudah di jelaskan tentang calon-calon SDM yang dianggap
berkualitas. Dengan berjalannya dunia globalisasi kita harus siap untuk mengahadapi
dunia internasional dan memperbaiki mutu SDM di Negara kita sendiri agar tidak
tertinggal jauh oleh pesaing-pesaing.