Selasa, 13 Oktober 2015

FUNGSI STRATEGI SDM SEBAGAI KEUNGGULAN KOMPETITIF PERUSAHAAN JUDUL : SDM UNTUK MENGHADAPI GLOBALISASI



TOPIK            : FUNGSI STRATEGI SDM SEBAGAI KEUNGGULAN KOMPETITIF                                                  PERUSAHAAN
JUDUL           : SDM UNTUK MENGHADAPI GLOBALISASI


SDM UNTUK MENGHADAPI GLOBALISASI


            Perubahan lingkungan bisnis demikian kuat pengaruhnya terhadap organisasi. Setiap perubahan yang terjadi selalu akan membawa dampak bagi setiap aspek organisasi seperti : nilai tambah hasil,struktur kompleks,span of control,manajemen,kelompok kerja,susunan pekerjaan,proses aktivitas dan bentuk komunikasi atau pendelegasian wewenang. Berbagai pengaruh perubahan yang terjadi menuntut organisasi untuk membuka diri terhadap tuntutan perubahan dan berupaya menyusun strategi dan kebijakan yang selaras dengan perubahan lingkungan bisnis dan akan bergantung pada kemampuan organisasi dalam menyesuaikan diri terhadap perubahan lingkungan. Artinya suatu organisasi mampu menyusun strategi dan kebijakan yang ampuh untuk mengatasi setiap perubahan yang terjadi. Keberhasilan penyusunan kebijakan dan strategi organisasi akan didukung lebih banyak fungsi manajerial yang ada. Salah satu bidang fungsional strategi yang menjadi perhatian adalah Manajemen Sumber Daya Manusia.

            Manajemen SDM merupakan bidang strategis dari organisasi. MSDM harus dipandang sebagai perluasan dari pandangan tradisional untuk mengelola orang secara efektif dan untuk itu membutuhkan pengetahuan tentang prilaku manusia dan kemampuan untuk mengelolanya. Oleh sebab itu wajarlah apabila penyusunan strategi SDM harus relevan terhadap penyusunan strategi bisnis.Pembahasan dimulai dengan menekankan pada perubahan lingkungan bisnis dramatis yang memiliki pengaruh terhadap perubahan peran SDM. Untuk mendukung perubahan tersebut organisasi perlu melakukan Reposiotioning baik dalam hal perilaku dan kompetensi SDM sebagai bagian dari Reposiotioning peran SDM untuk meningkatkan keunggulan kompetitif perusahaan.

            Perubahan lingkungan bisnis akan membawa dampak perubahan pada strategi bisnis. Sebagaimana telah diketahui perubahan strategi bisnis akan semakin mengarahkan manajer untuk memperjelas ke arah mana visi dan misi bidang SDM akan dibawa. Dalam pengertian bahwa SDM merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari organisasi. Karena perubahan ini menyangkut banyak aspek dan tuntutan yang harus dicapai maka perlu dilakukan pengembangan kualitas SDM. Pengembangan kualitas SDM biasanya dilakukan melalui kegiatan investasi SDM maka perlu diketahui bahwa dengan adanya investasi SDM maka pola strategi SDM akan berubah dan menuntut perubahan tipe kompetensi pada tipe tugas berbeda yang akan berdampak pada perubahan peran SDM.Terkait dengan perubahan peran SDM maka kita perlu melihat peran SDM pada paradigma tradisional.

            Berdasarkan pendekatan tersebut manajer SDM diharapkan mampu mengkoordinasikan semua elemen organisasional untuk dikelola secara bersama dengan harapan dapat meningkatkan kinerja organisasi yang bersangkutan. Masalah proses Repositioning menyangkut perubahan peran SDM yang menuntut berbagai macam peningkatan kualitas dalam diri karyawan. Sehingga mau tidak mau SDM harus dikembangkan dulu sebelum dinyatakan layak untuk menjalankan peran SDM strategis.Menyimak uraian diatas maka dapat disimpulkan bahwa organsisasi yang ingin survive dalam lingkungan persaingan yang ketat harus melakukan Repositioning peran SDM dengan cara melatih (investasi) dan melatih kembali (reinvestasi) SDM baik dalam aspek perilaku maupun kompetensi SDM.

            Implikasi globalisasi pada manajemen SDM tampaknya masih kurang diperhatikan secara proporsional karena tolok ukur keefektifannya kurang memiliki keterkaitan langsung dengan strategi bisnis. Peranan manusia dalam menunjang pengimplentasian suatu strategi perusahaan, SBU (Strategic Business Unit) maupun fungsional sangat penting dan menentukan. Banyak perusahaan yang  telah melakukan program – program pelatihan dan pengembangan SDM sebagai tanggapan dalam mengantisipasi suatu  perubahan lingkungan yang sangat cepat. Yang perlu dipertanyakan adalah pertanyaan ini penting sebagai dasar mengevaluasi keefektifan program pengembangan secara keseluruhan. Alat ukur keefektifan organisasi dan aktivitas SDM perlu dirancang secara profesional. Capital intellectual dan pengukurannya akhir – akhir ini sering dipertimbangkan sebagai alternatif yang menjanjikan kendati pengimplentasiannya tidak semudah yang diperkirakan.

            Berbagai isu antara lain hak paten, royalty, ecolabelling, etika berbisnis, upah minimum pekerja, tuntutan pelanggan, lingkungan bebas polusi ikut mewarnai dunia usaha di abad ini. Selain itu, flexibility dancontinuous learning merupakan karakteristik yang sangat penting dan yang sudah dipertimbangkan oleh pelaku bisnis untuk menjawab tantangan perdagangan bebas yang semakin kompetitif. Untuk memenangkan persaingan di pasar global, perusahaan harus berupaya dalam layanan yang luar biasa pada pelanggan, mengembangkan kemampuan – kemampuan baru, produk baru yang inovatif, komitmen karyawan/wati, pengelolaan perusahaan melalui kerja sama kelompok. Perusahaan dituntut berpikir global (think globally dan act locally) serta mempunyai visi dan misi yang jauh berwawasan ke depan.
            Dalam menentukan strategi SDM, faktor – faktor eksternal perlu dipertimbangkan mengacu pada future trends and needs, demand and supply, peraturan pemerintah, kebutuhan manusia pada umumnya dan karyawan pada khususnya, potensi pesaing, perubahan sosial, demografis, budaya maupun nilai – nilai, dan teknologi.Perusahaan harus memilih strategi bisnis yang tepat. Yang terpenting dalam meraih keuntungan  kompetitif adalah melalui pengelolaan SDM secara efektif. Kemitraan dengan perusahaan lain merupakan karakteristik untuk meningkatkan produktivitas dan prestasi perusahaan. Sebab itu network structure dan budaya perusahaan yang mengacu pada inovasi, kreativitas dan belajar berkesinambungan (continuos learning) merupakan pilihan yang tepat bagi perusahaan – perusahaan yang ingin survive dan berkembang.

            Dengan dimulainya perdagangan bebas, pemerintah dan pelaku bisnis harus siap menghadapinya dengan mempersiapkan strategi bisnis dan khususnya SDM agar kita mampu bersaing dalam skala dunia.Di tingkat makro, dalam menghadapi tantangan globalisasi perusahaan atau pelaku bisnis, pemerintah dan akademis perlu mengembangkan tenaga kerja nasional melalui program-program terpadu dan nyata. Seperti yang sudah di jelaskan tentang calon-calon SDM yang dianggap berkualitas. Dengan berjalannya dunia globalisasi kita harus siap untuk mengahadapi dunia internasional dan memperbaiki mutu SDM di Negara kita sendiri agar tidak tertinggal jauh oleh pesaing-pesaing.



PENGARUH GLOBALISASI EKONOMI TERHADAP DUNIA BINIS JUDUL: PENGARUH GLOBALISASI TERHADAP NILAI NASIONALISME DIKALANGAN MUDA



TOPIK            : PENGARUH GLOBALISASI EKONOMI TERHADAP DUNIA BINIS
JUDUL           : PENGARUH GLOBALISASI TERHADAP NILAI NASIONALISME                                                     DIKALANGAN MUDA


PENGARUH GLOBALISASI TERHADAP NILAI NASIONALISME
DIKALANGAN MUDA


            Berbagai tantangan kehidupan global kini dihadapi oleh generasi muda dalam
menjalankan kehidupan berbangsa dan bernegara. Globalisasi banyak mengubah cara
hidup masyarakat di dunia, termasuk Indonesia, dalam berbagai bidang. Dampaknya
terasa di segala sisi, di mana dunia terpecah menjadi dua, yakni pihak yang "menang"
dan pihak yang "kalah" sehingga ada kesenjangan antarnegara. Ini menyebabkan
negara-negara yang ada di barisan belakang terjerat utang luar negeri, korupsi, serta
lemah dalam kontrol regulasi terhadap korporasi yang punya rekam jejak buruk dalam
hal lingkungan. Akhirnya, globalisasi bukan hanya menyebabkan timbulnya dusun
dunia tapi juga perampasan dunia.

            Arus globalisasi begitu cepat merasuk ke dalam masyarakat, terutama di
kalangan muda. Pengaruh globalisasi terhadap anak muda begitu kuat. Pengaruh
globalisasi tersebut telah membuat banyak anak muda kita kehilangan kepribadian diri
sebagai bangsa Indonesia. hal ini di tunjukan dengan gejala-gejala yang muncul dalam
kehidupan sehari-hari anak muda sekarang. Dari cara berpakaian, banyak renaja-remaja
kita yang berdandan seperti selebritis yang cenderung ke budaya Barat, Tidak banya
remaja yang mau melestarikan budaya bangsa dengan mengenakan pakaian yang sopan
sesuai dengan kepribadian bangsa.

            Teknologi internet merupakan teknologi yang memberika informasi tanpa batas
dan dapat di akses oleh siapa saja.apa lagi untuk anak muda internet sudah menjadi
santapan mereka sehari-hari. jika di gunakan dengan baik, tentu kita memperoleh
manfaat yang berguna. Tetapi jika tidak, kita akan mendapat kerugian. Rasa sosial
terhadap masyarakat menjadi tidak ada karena mereka lebih sibuk menggunakan
hanphone. Dilihat dari sikap, banyak anak muda yang tingkah lakunya tidak kenal
sopan santun dan cenderung cuek dan tidak ada rasa peduli terhadap lingkingan.
Contoh, adanya geng motor anak muda yang melakukan tindakan kekerasan yang
mengganggu ketentraman dan kenyamanan masyarakat. Moral generasi bangsa menjadi
rusak dan timbul tindakan anarkis antara golongan muda.

            Untuk itu anak-anak muda sekarang diberi kesadaran agar menumbuhkan rasa
nasionalisme untuk mencintai produk dalam negri. karena tidak hanya produk luar saja
yang berkualitas, tetapi produk lokal indonesia juga mempunyai  kualitas yang baik.
Untuk itu adanya kesadaran mental kita agar cinta akan produk indonesia, hasil yang
diperoleh dalam pembuatan produk khas serta mempunyai ciri yang bagus akan disukai
oleh semua kalangan contoh: batik batik sekarang sudah memasyarakat sampai kaum
muda sudah menyukai batik dan batik juga telah mendunia. Maka dari itu sudah bisa
dilihat produk indonesia dengan negara lainpun bisa bersaing dan banyak untuk
berminat dalam produk tersebut.

                        Anak muda banyak yang lupa akan identitas diri sebagai bangsa
Indonesia, karena gaya hidupnya cenderung meniru budaya barat. Masalahnya anak
muda sangat konsumtif dengan macam-macam hal seperti gaya berbusana, padahal gaya
berbusana orang barat condong berbeda dengan gaya berbusana orang timur, memang
anak-anak jaman sekarang melihat semua itu adalah gaya. Tetapi pada satu titik ada hal
yang harus dilihat buruk dan baiknya, anak muda indonesia juga ingin semua hal yang
ada itu secara praktis padahal hal yang instan tidaklah baik, pada hakikatnya manusia itu
harus bekerja serta berusaha untuk mendapatkan hasil yang maksimal dan bisa bersaing
dengan negara lain serta tidak menjadi orang yang konsumtif dengan barang-barang
bukan hasil produk lokal sendiri.

            Tidak ada yang menyangkal jika spirit nasionalisme pemuda era reformasi kian
memudar. Tentu, di sini penulis merasa tidak perlu mengurai apa penyebabnya. Sudah
bukan jamannya lagi mencari kambing hitam, saatnya kita membunuh kambing hitam
dengan mencari solusi dan pemecahannya guna mengharu-birukan kembali semangat
nasionalisme pemuda. Terang, yang dibutuhkan adalah olah gagasan, ide untuk berpikir
dan bergerak supaya spirit nasionalisme itu tumbuh. Spirit adalah mentalitas. Tak dapat
dipungkiri membangun mentalitas nasionalisme itu tidak mudah. Perlu usaha keras dan
kerja cerdas. Mentalitas adalah barang mahal yang tak gampang diperoleh. Sementara
mentalitas ini adalah akar dari gerakan nasionalisme. Hal ini sangat fundamental. Di
samping sistem tentu spirit dan rasa nasionalisme yang membangun mentalitas ini akan
menentukan action kita di lapangan.

            Dalam aspek perekonomian Negara, dengan memudarnya rasa nasionalisme
pada generasi muda Indonesia mengakibatkan perekonomian bangsa Indonesia jauh
tertinggal dari Negara-negara tetangga. Saat ini masyarakat hanya memikirkan apa yang
Negara berikan untuk mereka, bukan memikirkan apa yang mereka dapat berikan pada
Negara. Dengan keegoisan inilah, masyarakat lebih menuntut hak dari pada
kewajibannya sebagai warga Negara. Sikap individual yang lebih mementingkan diri
sendiri dan hanya memperkaya diri sendiri tanpa memberikan retribusi pada Negara,
mengakibatkan perekonomian Negara semakin lemah.

            Dengan adanya langkah- langkah antisipasi tersebut diharapkan mampu
menangkis pengaruh globalisasi yang dapat mengubah nilai nasionalisme terhadap
bangsa. Sehingga kita tidak akan kehilangan kepribadian bangsa. Namun, nasionalisme
harus dibentuk dan dibangun secara manifestasi melalui berbagai  teori dan praktek
sehingga mampu menghasilkan sebuah paradigma dan realita. Dalam membangun ide
nasionalisme secara utuh memerlukan pemahaman dan organisasi berbasis gerakan
untuk bertransaksi secara sosial dengan masyarakat, sehingga pada akhirnya terjadi
interaksi kuat antara organisasi dan massa dalam satu ide, yaitu nasionalisme.





















 TUGAS SOFTSKILL
PENGANTAR BISNIS
 NPM              : 24215028

TOPIK            : PENGARUH KEBIJAKAN PEMERINTAH TERHADAP DUNIA                     BISNIS
JUDUL           : POLITIK PEREKONOMIAN

POLITIK PEREKONOMIAN

            Politik merupakan kegiatan yang diarahkan untuk mendapatkan dan mempertahankan kekuasaan di masyarakat tentang bisnis yang dijalankannya.Dalam berbisnis tentu politik bukanlah hal yang asing lagi karena perusahaan dalam menjalankan kegiatan bisnisnya memiliki politik yang dijalankan.Setiap kegiatan bisnis yang ada didalam perusahaan tersebut merupakan politik suatu perusahaan yang digunakan untuk mempertahankan kelancaran bisnisnya.Setiap perusahaan memiliki politik yang berbeda-beda karena antara perusahaan yang satu dengan yang lain memiliki politik sendiri-sendiri sesuai dengan kebutuhan yang dibutuhkan oleh perusahaan tersebut.Kondisi politik yang mendukung akan menjadikan kegiatan bisnis yang dilakukan oleh perusahaan tersebut menjadi lancar,sebaliknya jika kondisi politik itu tidak mendukung maka kegiatan bisnis dalam perusahaan akan menjadi terganggu.Kondisi politik suatu perusahaan yang kondusif akan menjadikan saham perusahaan tersebut menjadi naik pula.

            Kegiatan ekonomi politik yang berada disuatu perusahaan tidak dibatasi oleh apapun yang menjadi batas dalam perusahaan tersebut.Setiap pembentukan suatu pola bisnis dalam suatu perusahaan maka dalam pembuatan tersebut tidak lepas dari kegiatan politik.Dalam suatu perusahaan tentunya ada politik perusahaan yang digunakan untuk menjauhkan campur tangan pemerintah dalam hal bisnis.Ada juga politik yang didalamnya membutuhkan campur tangan pemerintah.Kebanyakan perusahaan yang berada di Indonesia politik yang dianutnya masih memerlukan campur tangan dari pemerintah.Hal tersebut dapat dilihat dari kebijakan-kebijakan yang dibuat oleh pemerintah bagi perusahaan-perusahaan untuk menunjang kegiatan bisnisnya.Hal ini tentunya memberikan pengaruh terhadap perusahan tentang bisnis yang dijalankannya.

            Dalam berbisnis,perusahaan memiliki sebuah politik yang dianut untuk menjaga agar bisnisnya berjalan dengan lancar.Kegiatan bisnis yang berjalan didalam suatu perusahaan pastinya memerlukan politik untuk menjaga agar kelangsungan bisnis tersebut tetap berjalan lancar juga.Politik akan mendukung kegiatan bisnis suatu perusahaan dan akan juga berpengaruh terhadap perekonomian perusahaan.Jika politik yang diambil olh perusahaan tersebut mendukung maka bisnis akan berjalan lancar sesuai dengan yang diinginkan oleh perusahaan.Akan tetapi jika politik tersebut tidak sesuai,maka akan menimbulkan ketidakpastian dalam bisnis yang dijalankan oleh perusahaan tersebut.Budaya politik merupakan serangkaian keyakinan atau sikap yang memberikan pengaruh terhadap kebijakan dan administrasi publik disuatu negara,termasuk didalamnya pola yang berkaitan dengan kebijakan ekonomi dalam berbisnis.

            Pada awal tahun perekonomian nasional dikejutkan dengan kenaikan harga minyak dunia yang menembus batas sampai 100 US $ per barel bahkan melewati 110 US $ per barel sampai akhir kuartal pertama 2008. Kenaikan ini tentunya berpengaruh terhadap asumsi APBN tahun 2008 sehingga pemerintah mau tidak mau dihadapkan pada pilihan sulit antara tetap mempertahankan subsidi BBM dengan harga yang ada atau menaikkan harga BBM untuk mengurangi defisit APBN yang terlalu berat. Selain itu dari sektor perbankan, pemerintah telah mengeluarkan kebijakan menurunkan BI rate menjadi 8% per Januari 2008.Dengan dikeluarkan kebijakan ini memberikan peluang bagi sektor properti untuk bisa berkembang. Namun dari bidang politik kemungkinan-kemungkinan negatif bisa terjadi mengingat kondisi tahun 2008 masih rawan karena semua partai politik akan bekerja keras untuk meraih dukungan massa, gesekan-gesekan politik kemungkinan akan mudah terjadi. Tentunya kondisi serupa dihadapi oleh para pebisnis, sulit sekali untuk secara akurat memprediksi kondisi ekonomi. Hal ini antara lain juga dampak globalisasi yang menyebabkan kondisi ekonomi di suatu negara dapat berpengaruh besar terhadap kondisi ekonomi negara lainnya. Bahkan ketika ramalan tentang kondisi ekonomi akurat, masih belum jelas dampak ekonomi terhadap industri tertentu. Sebagai contoh nyata, seperti yang telah diketahui bersama saat ini beberapa sektor industri sedang digoncang krisis akibat pengaruh krisis global yang tengah melanda dunia. Beberapa perusahaan telah berencana merumahkan bahkan memPHK karyawan-karyawannya.
(Kompas ,28 Oktober 2008)

            Pada dasarnya politik yang ada memiliki pengaruh bagi bisnis.Pengaruh tersebut akan dirasakan oleh perusahaan dalam kurun waktu tertentu.Sistem politik perusahaan yang ada juga akan berubah sesuai dengan perubahan politik tersebut.Perubahan politik tersebut juga akan memberikan perubahan terhadap kebijakan yang diambil oleh pemerintah dalam dunia bisnis.Perubahan dibidang politik akan memberikan pengaruh terhadap perubahan politik suatu perusahaan yang nantinya akan berdampak langsung bagi kondisi bisnis disuatu perusahaan.Hal ini terjadi karena setiap terjadi perubahan maka akan berubah pula segala keputusan politik yang diambil oleh perusahaan untuk menyesuaikan dengan perubahan tersebut.

            Masalah yang ditimbulkan dari perubahan politik dalam dunia bisnis dapat berupa kesulitan ekonomi dalam berbisnis serta dapat juga menimbulkan suatu ketegangan antara perusahaan dengan pemerintah.Untuk mengatasi ketegangan antara pemerintah dan perusahaan dalam dunia bisnis maka perlu adanya pembagian kekuasaan.Hal ini diperlukan agar dalam pengambilan keputusan yang bersangkutan dengan perubahan politik akan lebih memberikan manfaat bagi pemerintah dan perusahaan tersebut dan tidak ada diskriminasi dalam hal tersebut.Dalam dunia bisnis pengambilan kutusan olitik sangat berpengaruh terhadap kelangsungan bisnis karena politik memiliki peranan yang sangat penting untuk kelancaran bisnis.

            Politik yang diambil oleh perusahaan tentunya akan memberikan pengaruh bagi kegiatan bisnis.Perusahaan menentukan politik yang akan dijalankan sesuai kebutuhan yang dibutuhkan oleh perusahaan tersebut.Setiap perusahaan memiliki politik yang berbeda-beda karena kebutuhan perusahaan yang satu dan yang lain berbeda-beda.Politik yang diambil oleh perusahaan berguna untuk kelancaran dari bisnisnya.Situasi politik akan mempengaruhi kegiatan bisnis yang dujalankan oleh perusahaan karena kondisi politik mudah berubah-ubah sesuai dengan perubahan waktu yang terus berjalan.

            Dalam berbisnis,perusahaan memiliki sebuah politik yang dianut untuk menjaga agar bisnisnya berjalan dengan lancar.Kegiatan bisnis yang berjalan didalam suatu perusahaan pastinya memerlukan politik untuk menjaga agar kelangsungan bisnis tersebut tetap berjalan lancar juga.Politik akan mendukung kegiatan bisnis suatu perusahaan dan akan juga berpengaruh terhadap perekonomian perusahaan.Jika politik yang diambil olh perusahaan tersebut mendukung maka bisnis akan berjalan lancar sesuai dengan yang diinginkan oleh perusahaan.Akan tetapi jika politik tersebut tidak sesuai,maka akan menimbulkan ketidakpastian dalam bisnis yang dijalankan oleh perusahaan tersebut.

FUNGSI STRATEGI SDM SEBAGAI KEUNGGULAN KOMPETITIF PERUSAHAAN JUDUL: PERAN SDM SEBAGAI MODAL KEUNGGULAN BERSAING

TOPIK            : FUNGSI STRATEGI SDM SEBAGAI KEUNGGULAN KOMPETITIF                                                   PERUSAHAAN
JUDUL            : PERAN SDM SEBAGAI MODAL KEUNGGULAN BERSAING

PERAN SDM SEBAGAI MODAL KEUNGGULAN BERSAING


            Dalam lingkungan bisnis yang kompetitif tersebut, perusahaan harus memiliki kemampuan untuk membedakan dirinya dalam persaingan agar dapat mempertahankan kelangsungan hidupnya. Untuk itu manajemen perlu mempelajari lebih mendalam sumber daya yang dapat diandalkan untuk bersaing di lingkungan bisnis yang kompetitif, dan meletakkan leverage pada sumber daya yang mampu menempatkan perusahaan pada posisi daya saing dalam jangka panjang. Sumber daya manusialah yang memiliki kemampuan untuk menjadi faktor pembeda (distinction) perusahaan dalam persaingan melalui kemampuan mereka dalam menerapkan pengetahuan dalam pekerjaan mereka.

            Sumber daya perusahaan terdiri dari aset tangible maupun aset intangible seperti kemampuan, proses organisasi, atribut-atribut perusahaan, informasi dan pengetahuan. Sumber daya manusia (SDM) merupakan sumber pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan yang terakumulasi dalam diri anggota organisasi. Kemampuannya ini terus diasah oleh perusahaan dari waktu ke waktu dan perusahaan terus mengembangkan keahliannya sebagai pilar perusahaan agar selalu memiliki keunggulan kompetitif kemampuan pengetahuan, kemampuan keterampilan, dan kemampuan sikap sehingga tanggung jawab mereka dapat terselesaikan dengan ketentuan yang ditetapkan. Beberapa indikasi kemampuan kerja tersebut dapat menunjukkan adanya kemampuan kerja secara keseluruhan, dimana kemampuan yang dimiliki oleh seorang karyawan dapat menunjukkan tingkat kemampuan kerja yang dimiliki sehingga mencerminkan kinerja yang akan dihasilkan karyawan tersebut.

Setiap langkah perusahaan untuk mengembangkan diri dapat dengan mudah ditiru oleh perusahaan lain sehingga tidak mungkin terus menerus dipertahankan sebagai competitive advantage. Sebaliknya, SDM merupakan sumber keunggulan kompetitif yang potensial karena kompetensi yang dimilikinya berupa intelektualitas, sifat, keterampilan, karakter personal, serta proses intelektual dan kognitif, tidak dapat ditiru oleh perusahaan lain. Tak ayal dalam lingkup industri tertentu yang lukratif dan kompetitif akan diwarnai dengan bajak-membajak SDM untuk memacu keunggulan kompetitif perusahaan.

            Pentingnya kontribusi SDM sebagai salah satu faktor pendukung kesuksesan perusahaan amat disadari oleh para pimpinan puncak organisasi. Sehingga perusahaan dituntut untuk melakukan pengembangan berkesinambungan terhadap kuantitas dan kualitas "stok" pengetahuan mereka melalui pelatihan kepada SDM atau merangsang SDM-nya agar "learning by doing" dalam sebuah semangat yang termaktub dalam learning organization. Membangun kemampuan SDM yang didasari oleh kapasitas perusahaan untuk mempertahankan karyawannya, merupakan langkah awal dalam penciptaan aset SDM startegis. Namun langkah awal tersebut tergantung pada proses organisasi untuk mencetak SDM yang kompeten dan kemampuan perusahaan untuk merekrut individu-individu terbaik.

            Organisasi hidup di dalam lingkungan yang secara terus-menerus mempengaruhi keberadaan dan kelangsungan hidupnya. Untuk hal ini, organisasi haruslah senantiasa melakukan upaya-upaya yang dapat memperkokoh keberadaannya di dalam lingkungannya. Upaya yang dapat dilakukan salah satunya adalah dengan memberikan nilai tambah bagi lingkungannya melalui penyampaian berbagai output yang dihasilkan. Upaya ini hanya dimungkinkan jika organisasi memiliki SDM yang kompeten. Sementara itu, kompetensi SDM yang ada di dalam organisasi tidaklah selalu sesuai dengan apa yang dituntut untuk keberhasilan sebuah pekerjaan. Tak dapat dipungkuri, ada juga organisasi yang cukup beruntung karena secara tidak sengaja memiliki SDM yang kompeten yang memiliki pengetahuan, keterampilan, sikap mental dan sosial yang sangat mendukung pengetahuan visi dan misi organisasi.

Tidak jarang pula organisasi memiliki SDM yang berasal dari berbagai macam sumber titipan yang seringkali merepotkan karena tidak dibarengi dengan keterampilan dan pengetahuan yang memadai. Atau, tuntutan perkembangan lingkungan tidak didukung dengan perkembangan kompetensi yang dihasilkan oleh institusi pendidikan sehingga selalu ada gap antara yang diharapkan dengan yang ada. Dengan demikian, organisasi mau tidak mau dituntut untuk dapat melakukan upaya sendiri dalam membangun kompetensi SDM-nya. Upaya ini secara kontiniu dilakukan mengingat situasi dan kondisi di dalam lingkungan senantiasa mengalami perubahan.


            organisasi mempunyai visi untuk menjadi sebuah perusahaan kelas dunia, maka dalam strategi SDM-nya haruslah mendukung pengembangan kompetensi yang dapat membantu pencapaian visi menjadi kelas dunia . Mulai dari penerimaan karyawan baru, harus dibarengi dengan seperangkat persyaratan yang dapat membantu tersedianya SDM dengan kualitas kelas dunia.Program-program pengembangan SDM-nya juga harus mencerminkan arah strategi tersedianya SDM berkualitas. Sistem kompensasi, karier, dan pemeliharaan SDM pun semuanya haruslah mencerminkan arah strategi perusahaan.Selanjutnya, kompetensi SDM dipetakan agar lebih mudah dalam pengelolaannya. Pemetaan kompetensi ini akan merupakan rancangan kompetensi yang ingin dibangun organisasi, baik yang merupakan kompetensi inti maupun kompetensi pendukungnya.

            SDM sebagai aset utama dari suatu bangsa yang berarti harkat martabatnya sebagai manusia didudukan sebagaimana yang seharusnya sebagai manusia. Perlakuan yang manusiawi tersebut salah satunya adalah dengan mencerdaskan dan menyiapkan menjadi SDM yang unggul, berkualitas dan mempunyai keahlian atau ketrampilan apa saya yan diperlukan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.Tak dapat dipungkiri bahwa karyawan merupakan salah satu penentu kelancaran usaha kita. Dengan pengelolaan yang baik akan menciptakan iklim kerja yang kondusif, sehingga karyawan dapat bekerja dengan optimal untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Sekarang menjadi tugas Anda, untuk dapat mengelola karyawan dengan baik.