TOPIK
: PENGARUH GLOBALISASI EKONOMI
TERHADAP DUNIA BINIS
JUDUL
: PENGARUH GLOBALISASI TERHADAP
NILAI NASIONALISME DIKALANGAN MUDA
PENGARUH GLOBALISASI TERHADAP
NILAI NASIONALISME
DIKALANGAN MUDA
Berbagai tantangan kehidupan
global kini dihadapi oleh generasi muda dalam
menjalankan
kehidupan berbangsa dan bernegara. Globalisasi banyak mengubah cara
hidup
masyarakat di dunia, termasuk Indonesia, dalam berbagai bidang. Dampaknya
terasa
di segala sisi, di mana dunia terpecah menjadi dua, yakni pihak yang
"menang"
dan
pihak yang "kalah" sehingga ada kesenjangan antarnegara. Ini
menyebabkan
negara-negara
yang ada di barisan belakang terjerat utang luar negeri, korupsi, serta
lemah
dalam kontrol regulasi terhadap korporasi yang punya rekam jejak buruk dalam
hal
lingkungan. Akhirnya, globalisasi bukan hanya menyebabkan timbulnya dusun
dunia
tapi juga perampasan dunia.
Arus globalisasi begitu cepat
merasuk ke dalam masyarakat, terutama di
kalangan
muda. Pengaruh globalisasi terhadap anak muda begitu kuat. Pengaruh
globalisasi
tersebut telah membuat banyak anak muda kita kehilangan kepribadian diri
sebagai
bangsa Indonesia. hal ini di tunjukan dengan gejala-gejala yang muncul dalam
kehidupan
sehari-hari anak muda sekarang. Dari cara berpakaian, banyak renaja-remaja
kita
yang berdandan seperti selebritis yang cenderung ke budaya Barat, Tidak banya
remaja
yang mau melestarikan budaya bangsa dengan mengenakan pakaian yang sopan
sesuai
dengan kepribadian bangsa.
Teknologi internet merupakan
teknologi yang memberika informasi tanpa batas
dan
dapat di akses oleh siapa saja.apa lagi untuk anak muda internet sudah menjadi
santapan
mereka sehari-hari. jika di gunakan dengan baik, tentu kita memperoleh
manfaat
yang berguna. Tetapi jika tidak, kita akan mendapat kerugian. Rasa sosial
terhadap
masyarakat menjadi tidak ada karena mereka lebih sibuk menggunakan
hanphone.
Dilihat dari sikap, banyak anak muda yang tingkah lakunya tidak kenal
sopan
santun dan cenderung cuek dan tidak ada rasa peduli terhadap lingkingan.
Contoh,
adanya geng motor anak muda yang melakukan tindakan kekerasan yang
mengganggu
ketentraman dan kenyamanan masyarakat. Moral generasi bangsa menjadi
rusak
dan timbul tindakan anarkis antara golongan muda.
Untuk itu anak-anak muda sekarang
diberi kesadaran agar menumbuhkan rasa
nasionalisme
untuk mencintai produk dalam negri. karena tidak hanya produk luar saja
yang
berkualitas, tetapi produk lokal indonesia juga mempunyai kualitas yang baik.
Untuk
itu adanya kesadaran mental kita agar cinta akan produk indonesia, hasil yang
diperoleh
dalam pembuatan produk khas serta mempunyai ciri yang bagus akan disukai
oleh
semua kalangan contoh: batik batik sekarang sudah memasyarakat sampai kaum
muda
sudah menyukai batik dan batik juga telah mendunia. Maka dari itu sudah bisa
dilihat
produk indonesia dengan negara lainpun bisa bersaing dan banyak untuk
berminat
dalam produk tersebut.
Anak muda banyak yang
lupa akan identitas diri sebagai bangsa
Indonesia,
karena gaya hidupnya cenderung meniru budaya barat. Masalahnya anak
muda
sangat konsumtif dengan macam-macam hal seperti gaya berbusana, padahal gaya
berbusana
orang barat condong berbeda dengan gaya berbusana orang timur, memang
anak-anak
jaman sekarang melihat semua itu adalah gaya. Tetapi pada satu titik ada hal
yang
harus dilihat buruk dan baiknya, anak muda indonesia juga ingin semua hal yang
ada
itu secara praktis padahal hal yang instan tidaklah baik, pada hakikatnya
manusia itu
harus
bekerja serta berusaha untuk mendapatkan hasil yang maksimal dan bisa bersaing
dengan
negara lain serta tidak menjadi orang yang konsumtif dengan barang-barang
bukan
hasil produk lokal sendiri.
Tidak ada yang menyangkal jika
spirit nasionalisme pemuda era reformasi kian
memudar.
Tentu, di sini penulis merasa tidak perlu mengurai apa penyebabnya. Sudah
bukan
jamannya lagi mencari kambing hitam, saatnya kita membunuh kambing hitam
dengan
mencari solusi dan pemecahannya guna mengharu-birukan kembali semangat
nasionalisme
pemuda. Terang, yang dibutuhkan adalah olah gagasan, ide untuk berpikir
dan
bergerak supaya spirit nasionalisme itu tumbuh. Spirit adalah mentalitas. Tak
dapat
dipungkiri
membangun mentalitas nasionalisme itu tidak mudah. Perlu usaha keras dan
kerja
cerdas. Mentalitas adalah barang mahal yang tak gampang diperoleh. Sementara
mentalitas
ini adalah akar dari gerakan nasionalisme. Hal ini sangat fundamental. Di
samping
sistem tentu spirit dan rasa nasionalisme yang membangun mentalitas ini akan
menentukan
action kita di lapangan.
Dalam aspek perekonomian Negara,
dengan memudarnya rasa nasionalisme
pada
generasi muda Indonesia mengakibatkan perekonomian bangsa Indonesia jauh
tertinggal
dari Negara-negara tetangga. Saat ini masyarakat hanya memikirkan apa yang
Negara
berikan untuk mereka, bukan memikirkan apa yang mereka dapat berikan pada
Negara.
Dengan keegoisan inilah, masyarakat lebih menuntut hak dari pada
kewajibannya
sebagai warga Negara. Sikap individual yang lebih mementingkan diri
sendiri
dan hanya memperkaya diri sendiri tanpa memberikan retribusi pada Negara,
mengakibatkan
perekonomian Negara semakin lemah.
Dengan adanya langkah- langkah
antisipasi tersebut diharapkan mampu
menangkis
pengaruh globalisasi yang dapat mengubah nilai nasionalisme terhadap
bangsa.
Sehingga kita tidak akan kehilangan kepribadian bangsa. Namun, nasionalisme
harus
dibentuk dan dibangun secara manifestasi melalui berbagai teori dan praktek
sehingga
mampu menghasilkan sebuah paradigma dan realita. Dalam membangun ide
nasionalisme
secara utuh memerlukan pemahaman dan organisasi berbasis gerakan
untuk
bertransaksi secara sosial dengan masyarakat, sehingga pada akhirnya terjadi
interaksi
kuat antara organisasi dan massa dalam satu ide, yaitu nasionalisme.