Senin, 19 Desember 2016

TUGAS 7 EKONOMI KOPERASI : CONTOH KOPERASI SUKSES DI INDONESIA


CONTOH KOPERASI SUKSES DI INDONESIA

            Secara pengembangan koperasi Indonesia yang telah digerakan melalui dukungan kuat program pemerintah yang telah dijalankan dalam waktu lama, dan tidak mudah ke luar dari lingkuangan pengalaman tersebut. Jika semula ketergantungan terhadap captive market program menjadi sumber pertumbuhan, maka pergeseraan kearah peran swasta menjadi tantangan baru bagi lahirnya pesaing-pedaing KUD.

            Jika melihat posisi koperasi Indonesia pada hari ini sebenernya masih cukup besar harap kita kepada koperasi. Memasuki 2000 posisi koeprasi Indonesia pasa dasarnya justru didominal oleh koperasi dan dilihat dari populasi  koperasi terkait dengan program permerintahan hanya sekitar 25% dan populasi koperasi sekitar 35% dari populasi koperasi aktif. Pada akhir-kahir ini posisi koperasi dalam pasar perkerditan mikro.

            Dengan demikian walaupun program pemerintahan cukup gencar dan menimbulkan distorsi pada pertumbuhan kemandirian koperasi, tetapi hanya menyentuh sebagian dari populasi koperasi yang ada. Sehingga pasa dasarnya masih besar elemen untu tumbuhnya kemandirian koperasi.

Shankar,(2002,pengalaman di tanah air kita lebih unik karena koperasi yang pernah lahir dan telah tumbuh secara alami di jaman penjajahan, kemedian setelah kemerdekaan diperbaharui dan diberikan kedududkan yang sangat tinggi dalam penjelasan undang-undang dasar. Kemudian melahirkan berbagai penafsiran tersebut sejarah perkembangan koperasi di Indonesia telah mencatat  tiga pola penegembangan koperasi. Secara khusus pemerintahan memerankan fungsi regulatory dan development secara sekaligus.

DAFTAR PUSTAKA

Noer Soetrisno 2001. Rekonstruksi Pemahaman Koperasi: Merajut Kekuatan

Ekonomi Rakyat

 

TUGAS 6 EKONOMI KOPERASI : KEUNGGULAN KOPERASI DIBANDINGAN PERUSAHAAN TERBATAS (PT)

   KEUNGGULAN KOPERASI DIBANDINGAN PERUSAHAAN TERBATAS (PT)

            Tujuan koperasi  sebagai organisasi yang beranggotan orang-perorangan atau badan hukum koperasi yaitu sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan asas kekeluargaan. Tidak semata-mata menacari keuntungan, tetapi terutama untuk memperbaiki kesejateraan anggotanya dengan modal sebagai alat keuntungan anggota berdasarkan partisinya modal. Keuntungan yang diperoleh dibagi kepada anggota menurut jasa masing-masing.

            Koperasi memiliki tiga unsur pokok yakni, kerjasama dua orang atau lebih, tujuan yang akan dicapai, dan kegiatan yang dikoordinasi secara sadar. Ciri-ciri dari koperasi berupa perkumpulan orang, pemabagian keuntungan, menurut perbandingan jasa, jasa modal dibatasi, tujuannya meringankan beban ekonomi anggotanya, memperbaiki kesejahteraan anggotanya pada khususnya dan masyarakat pada umunya, modal tidak tetap/ berubah menurut banyak simpanan anggota.

            Seperti halnya perusahaan yang berbentuk Persero Terbatas (PT) maka koperasi mempunyai Badan Hukum, menjalankan suatu usaha pertanggung jawab koperasi adalah pengurus, koperasi bukan kumpulan modal beberapa orang yang bertujuan mencari laba sebesar-besarnya namun koperasi adlah usaha bersama, kekeluargaan dan kegotong royongan. Setiap anggota berkewajiban bekerjasam untuk mencapai tujuan yaitu kesejahteraan para anggota. Kerugian dipikul bersama antara anggota jika koperasi menderita kerugian, maka para anggota memikuk bersama dan anggota yang tidak mampu dibebaskan atas beban tanggungan. Kerugian dipikul oelh anggota yang mampu.

Megawati, (2009),  membedakan koperasi dengan koperasi usaha non-koperasi, dengan melihat lima hal yakni: sifat keanggotan, pembagian, keuntungan, hubungan personal antara organisasi dan manajer, keterlibatan pemerintah dalam penciptaan stabilitas dan operasi, dan hubungan organisasi dan masyarakat.

DAFTAR PUSTAKA

Yayasan Agro Ekonomika 2012. Koperasi indonesia : menyongsong Ekonomi Indonesia

 

 

TUGAS 5 EKONOMI KOPERASI : STRUKTUR ORGANISASI


STRUKTUR ORGANISASI

Hubungan tata kerja antar perangkat organisasi koperasi  tersebut  (RA, Pengurus termasuk manajer  dan karyawan , serta pengawasan ) dapat di gambarkan dalam suatu struktur organisasi Hubungan tata kerja antar perangkat organisasi koperasi  tersebut  (RA, Pengurus termasuk  manajer dan karyawan , serta pengawasan ) dapat di gambarkan dalam suatu struktur organisasi.


Dalam Undang-undang Koperasi Indonesia No. 5 25 tahun 1992  yang diberlakukan saat ini, khususnya Bab VI pasal 21, disebutkan bahwa perangkat organisasi koperasi terdiri dari. Rapat ,anggota, pengurusan dan pengawasan
Berbagai tugas, wewenang, fungsi dan peran pengurus tersebut, menunjukkan bahwa pengurus merupakan motor penggerak organisasi dan usaha koperasi. Jalannya roda kegiatan koperasi benar-benar berada di tangan pengurus. Dengan demikian dapat dikatakan  bahwa pengurus memegang kunci keberhasilan organisasi dan usaha koperasi.


Hendrojogi (2002; 147), memberikan tambahan  tugas organisasi  dan peran RA,
yaitu Memberikan  persetujuan  atas Menetapkan persyaratan agar pengurus, manajer, dankaryawanmemahami ketentuan-ketentuan yang ada dalam AD (Anggaran Dasar) koperasi. Perubahanstrukturpermodalan dan arah kegiatan usaha koperasi.Memberikan penilaianterhadappertanggungjawaban  pengurus dalam melaksanakan tugasnya.




DAFTAR PUSTAKA

TUGAS 4 EKONOMI KOPERASI : MODAL KOPERASI


MODAL KOPERASI

Berdasarkan data tahun 2008, diketahui bahwa dari total 648 koperasi itu, modal yang bisa dihimpun mencapai Rp 262 miliar. Adapun jumlah anggota mencapai 106.556 orang pegawai mencapai 1301 orang.
Status badan hukum itu menurut subkhan bisa diberikan pada koperasi-koperasi yang saat ini masih berstastus pra-koperasi. Evaluasi juga dimungkinkan dilakukan pada pengurus dan anggota koperasi itu. Peran koperasi dibidang ekonomi sangat besar, sebab menyentuh hingga ke masyarakat kecil.
Koperasi-koperasi di Malang bedasarkan Data Dinas Koperasi dan Usaha kecil dan Menengah (UKM) Kota Malang selama ini menjadi tumpuan usaha-usaha kecil masyarakat seperti perdagangan gorengan, kios sembakokecil-kecilan, dan sebagainya.



DAFTAR PUSTAKA