Selasa, 29 Maret 2016

PETA PEREKONOMIAN INDONESIA


PETA PEREKONOMIAN INDONESIA


Geografi Indonesia
Indonesia memiliki sekitar 17.504 pulau (menurut data tahun 2004; lihat pula: jumlah pulau di Indonesia), sekitar 6.000 di antaranya tidak berpenghuni tetap, menyebar sekitar katulistiwa, memberikan cuaca tropis. Pulau terpadat penduduknya adalah pulau Jawa, di mana lebih dari setengah (65%) populasi Indonesia. Indonesia terdiri dari 5 pulau besar, yaitu: Jawa, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, dan Irian Jaya dan rangkaian pulau-pulau ini disebut pula sebagai kepulauan Nusantara atau kepulauan Indonesia. Peta garis kepulauan Indonesia, Deposit oleh Republik Indonesia pada daftar titik-titik koordinat geografis berdasarkan pasal 47, ayat 9, dari Konvensi PBB tentang Hukum Laut. Indonesia memiliki lebih dari 400 gunung berapi and 130 di antaranya termasuk gunung berapi aktif. Sebagian dari gunung berapi terletak di dasar laut dan tidak terlihat dari permukaan laut. Indonesia merupakan tempat pertemuan 2 rangkaian gunung berapi aktif (Ring of Fire). Terdapat puluhan patahan aktif di wilayah Indonesia.

Iklim
Indonesia mempunyai iklim tropik basah yang dipengaruhi oleh angin monsun barat dan
monsun timur. Dari bulan November hingga Mei, angin bertiup dari arah Utara Barat Laut
membawa banyak uap air dan hujan di kawasan Indonesia; dari Juni hingga Oktober angin
bertiup dari Selatan Tenggara kering, membawa sedikit uap air. Suhu udara di dataran rendah
Indonesia berkisar antara 23 derajat Celsius sampai 28 derajat Celsius sepanjang tahun.
Namun suhu juga sangat bevariasi; dari rata-rata mendekati 40 derajat Celsius pada musim
kemarau di lembah Palu - Sulawesi dan di pulau Timor sampai di bawah 0 derajat Celsius di
Pegunungan Jayawijaya - Irian. Terdapat salju abadi di puncak-puncak pegunungan di Irian:
Puncak Trikora (Mt. Wilhelmina - 4730 m) dan Puncak Jaya (Mt. Carstenz, 5030 m).
Ada 2 musim di Indonesia yaitu musim hujan dan musim kemarau, pada beberapa tempat
dikenal musim pancaroba, yaitu musim di antara perubahan kedua musim tersebut.
Curah hujan di Indonesia rata-rata 1.600 milimeter setahun, namun juga sangat bervariasi; dari lebih dari 7000 milimeter setahun sampai sekitar 500 milimeter setahun di daerah Palu dan Timor. Daerah yang curah hujannya rata-rata tinggi sepanjang tahun adalah Aceh, Sumatera Barat, Sumatera Utara, Riau, Jambi, Bengkulu, sebagian Jawa barat, Kalimantan Barat, Sulawesi Utara, Maluku Utara dan delta Mamberamo di Irian.
Setiap 3 sampai 5 tahun sekali sering terjadi El-Nino yaitu gejala penyimpangan cuaca yang
menyebabkan musim kering yang panjang dan musim hujan yang singkat. Setelah El Nino
biasanya diikuti oleh La Nina yang berakibat musim hujan yang lebat dan lebih panjang dari
biasanya. Kekuatan El Nino berbeda-beda tergantung dari berbagai macam faktor, antara lain
indeks Osilasi selatan atau Southern Oscillation.
Sementara itu, kontribusinya cenderung bergerak stagnan, yaitu di kisaran 33 persen dari total
ekspor nasional. Apabila kita lihat lebih mendalam, tiga rangking teratas nilai ekspor
pertambangan masih dipegang oleh komoditas batu bara (SITC kode 321), gas alam (SITC kode 343), dan minyak mentah (SITC kode 333). Posisi selanjutnya berasal dari produk mineral, seperti bijih dan konsentrat tembaga (SITC kode 283) dan bijih nikel (SITC kode 284). Krisis ekonomi tahun 2008 silam, tidak pelak, memengaruhi laju pertumbuhan ekspor ketiga komoditas favorit tersebut. Harga komoditas terjun bebas seiring melambatnya permintaan dan pesimisme akan prospek ekonomi global. Ekspor minyak mentah yang mencapai 9,2 miliar dollar AS pada tahun 2007 turun menjadi hanya 7,8 miliar dollar AS pada tahun 2009 (berkontraksi 15,2 persen). Sementara ekspor gas alam nilainya turun dari 9,7 miliar dollar AS menjadi 8,7 miliar dollar AS atau melemah 10,3 persen. Komoditas batu bara masih lebih beruntung karena mampu tumbuh dari 6,7 miliar dollar AS menjadi 13,8 miliar dollar AS (naik 106 persen). Lalu, bagaimana potret ekspor ketiga komoditas tambang itu saat ini?

Minyak bumi
Nilai ekspor minyak bumi Indonesia memang terus menguat. Namun, kenaikan ini ternyata
belum diimbangi naiknya volume ekspor. Lihat saja perkembangan volume ekspor minyak
mentah nasional dalam satu dekade terakhir. Pada tahun 2000, Indonesia mampu mengekspor
minyak hingga 225 juta barrel. Namun, pada tahun 2009 volumenya hanya mencapai 117 juta
barrel atau tergerus 48 persen.
Dalam kurun waktu tersebut, negara yang menjadi tujuan utama ekspornya adalah Australia,
Jepang, dan China, dengan persentase masing-masing sebesar 20 persen, 17,8 persen, dan 16,4 persen dari total ekspor minyak nasional. Turunnya volume ekspor minyak bumi ini berkaitan dengan melemahnya produksi minyak dalam negeri. Volume produksi minyak menurun dari 517 juta barrel (2000) menjadi 337 juta barrel (2009). Bersamaan dengan melemahnya volume produksi, cadangan minyak bumi di Indonesia pun terus menipis.
Tabel 1 menunjukkan perbandingan cadangan minyak mentah negara di kawasan Asia Pasifik. Pada akhir 2008, China tercatat mempunyai cadangan minyak terbesar di area ini, yaitu
mencapai 15,4 miliar barrel atau 1,2 persen dari cadangan minyak dunia. Sementara itu,
cadangan minyak Indonesia diperkirakan mencapai 3,7 miliar barrel atau 0,3 persen dari total
cadangan dunia. Stok cadangan Indonesia ini terus turun dari 10 tahun silam, yang mencapai 5,1 miliar barrel. Sementara itu, rasio cadangan minyak terhadap tingkat produksi tahunan (rasio C/P) menunjukkan bahwa Vietnam memiliki umur ekonomis minyak yang lebih panjang di antara negara lain, yaitu mencapai 40 tahun. Indonesia sendiri dengan cadangan yang ada, ditambah asumsi tingkat produksi minyak konstan di level 357 juta barrel per tahun (produksi aktual tahun 2008) dan tanpa penemuan cadangan minyak baru, stok cadangan ini diperkirakan akan terkuras dalam tempo 10 tahun. Tentunya investasi dan aktivitas eksplorasi untuk mendapatkan lapangan minyak prospektif mutlak dilakukan. Kondisi tersebut mengingat masih tingginya ketergantungan banyak negara pada komoditas minyak sebagai sumber energi utama.

Gas alam dan batu bara
Seiring turunnya volume produksi dan ekspor minyak mentah serta terdongkraknya harga
energi di pasar global, pamor gas alam dan batu bara mulai terangkat.
Nilai ekspor kedua komoditas ini bahkan melampaui ekspor minyak bumi sejak tahun 2005.
Volume produksi gas alam cenderung stabil, yaitu dari 2,8 miliar MSCF (2000) menjadi 3,0
miliar MSCF (2009) atau naik 4,5 persen. Naiknya produksi gas alam diikuti kenaikan volume pemanfaatannya sebesar 4 persen. Cadangan gas alam kita pun relatif besar, yaitu mencapai 3,2 triliun meter kubik (2008) atau 1,7 persen dari cadangan gas alam di dunia. Rasio C/P gas alam bahkan menunjukkan cadangan ini mampu bertahan hingga 45 tahun.
Di sisi lain, volume batu bara yang kita produksi pun makin meroket, yaitu dari 112 juta ton
(2003) menjadi 208 juta ton (2009) atau naik hingga 84 persen. Volume ekspornya pun tumbuh lebih kencang hingga 92 persen. Permintaan ekspor kedua komoditas ini umumnya datang dari negara-negara Asia. Pada tahun 2009, Jepang dan Korea tercatat menjadi pengimpor utama gas alam Indonesia, dengan porsi masing-masing mencapai 53 persen dan 16 persen dari total ekspor gas alam nasional. Pada periode yang sama, Jepang, China, India, dan Korea mendominasi pembelian batu bara Indonesia dengan nilai lebih dari 8 miliar dollar AS. Dari keempat negara tersebut, pertumbuhan permintaan batu bara dari China tergolong pesat. Ekspansi ekonomi yang kencang memang membuat China haus akan sumber daya energi. Pada tahun 2007, misalnya, China mengimpor batu bara Indonesia dengan nilai 452 juta dollar AS atau tumbuh 132 persen. Memasuki tahun 2009, permintaan batu bara bahkan lebih besar,
yaitu mencapai 2 miliar dollar AS atau naik 186 persen. "Panasnya" potensi keuntungan dari komoditas tambang, terutama batu bara, membuat banyak investor berduyun-duyun menginvestasikan dananya di Indonesia. Hal ini bisa kita cermati dari kenaikan angka realisasi investasi pertambangan. Pada tahun 2009, realisasi investasi domestik
di bidang pertambangan mencapai Rp 1,79 triliun, meningkat lebih dari 245 persen dari tahun
sebelumnya. Sementara realisasi investasi luar negeri naik 67,8 persen menjadi 304,5 juta dollar AS. Diskusi di atas menunjukkan betapa besarnya pengaruh komoditas tambang terhadap postur ekspor nasional. Ekspor minyak mentah mulai menurun dan posisinya tergantikan oleh barang tambang lain yang lebih besar cadangannya, yaitu gas alam dan batu bara. Dalam beberapa tahun ke depan, prospek ekspor komoditas tambang tampaknya masih
kinclong. Seiring laju pemulihan ekonomi global yang dipercaya makin stabil dan terus
berekspansi, permintaan sumber daya ini pun akan semakin meningkat. Namun, perlu diingat, selain produksi, faktor harga global berperan penting. Fluktuasi harga komoditas di pasar internasional dapat memberikan dampak besar bagi ekspor hasil tambang ini. Selain itu, hasil tambang adalah komoditas kemilau yang tidak dapat terbarukan atau akan habis di masa datang. Artinya, kita wajib memajukan sektor dan komoditas usaha lain agar dapat menopang ekspor nasional. Contohnya, komoditas manufaktur. Nilai tambah industri manufaktur yang lebih tinggi diyakini lebih memberikan fondasi yang mumpuni untuk kemajuan
ekspor di masa depan.



Mata Pencaharian Masyarakat Indonesia
Cobalah mengamati lingkungan sekitarmu. Identifikasikan kegiatan ekonomi orang-orang di
daerahmu. Apakah pekerjaan mereka? Pekerjaan yang rutin dilakukan dan mendatangkan
nafkah dinamakan mata pencaharian. Hal ini bisa dilihat dari corak kehidupan penduduk
setempat. Berdasarkan ciri yang dimilikinya, kehidupan penduduk dapat dibedakan menjadi dua corak, yakni corak kehidupan tradisional (sederhana) dan corak kehidupan modern
(kompleks). Masing-masing corak kehidupan memiliki ciri tersendiri. Mata pencaharian penduduk yang memiliki corak sederhana biasanya sangat berhubungan dengan pemanfaatan lahan dan sumber daya alam. Contohnya pertanian, perkebunan, dan peternakan. Sementara, mata pencaharian penduduk yang memiliki corak modern biasanya lebih mendekati sektor-sektor yang tidak terlalu berhubungan dengan pemanfaatan lahan dan sumber daya alam seperti jasa, transportasi, dan pariwisata. Selanjutnya kita akan mempelajari beberapa pola kegiatan ekonomi penduduk di Indonesia yang berkaitan dengan pemanfaatan lahan.

1. Pertanian
Pertanian merupakan usaha pengolahan tanah untuk pembudidayaan tanaman pangan.
Masyarakat agraris mengandalkan sektor pertanian sebagai mata pencaharian utamanya.
Berdasarkan bentuknya, pertanian dapat dibedakan sebagai berikut.

a. Persawahan
Persawahan merupakan pertanian tetap (tidak berpindah) yang menggunakan lahan basah yang diairi secara teratur. Tanaman yang biasanya ditanam pada persawahan adalah padi.
Berdasarkan cara pengairannya, persawahan dapat dibedakan menjadi tiga macam, yaitu sebagai berikut.
1) Persawahan irigasi, yakni persawahan yang menggunakan sistem pengairan tetap dan
teratur dengan membangun saluran pengairan yang mengambil sumber air dari sungai
atau danau atau dikenal dengan istilah irigasi.

2) Persawahan lebak yaitu persawahan yang berada di kanan kiri sungai-sungai yang besar.
Sistem pengairannya mengandalkan air sungai yang ada.

3) Persawahan tadah hujan, yakni persawahan yang sistem pengairannya mengandalkan air
hujan atau tergantung pada curah hujan. Pada musim kemarau, biasanya lahan ditanami
tanaman-tanaman palawija.

4) Persawahan pasang-surut, yakni persawahan yang sistem pengairannya memanfaatkan
air muara atau rawa yang pasang. Oleh karena itu, persawahan ini biasanya ditemukan
di kawasan pantai atau sungai besar yang landai dan memiliki lahan pasang surut.

b. Tegalan
Selain persawahan, usaha pengolahan tanah untuk pembudidayaan tanaman pangan dapat juga dilakukan dengan menggunakan lahan kering yang disebut dengan tegalan. Tegalan berlokasi pada lahan yang tetap, tidak berpindah-pindah. Tanaman-tanaman yang ditanam pada tegalan biasanya lebih beragam dibandingkan ladang.

c. Perladangan
Selain dilakukan secara menetap, pertanian juga bisa dilakukan secara berpindah-pindah yang
disebut dengan perladangan. Perladangan merupakan usaha pengolahan tanah untuk
pembudidayaan tanaman pangan dengan cara berpindah-pindah (nomaden) untuk mencari
lahan-lahan kosong yang bertanah subur. Lahan yang digunakan dalam perladangan biasanya
merupakan lahan kering. Selain berpindah-pindah, pertanian ladang juga belum mengenal sistem irigasi, pengolahan tanah, dan pemupukan. Perladangan biasanya dilakukan penduduk dengan cara membabat pepohonan pada lahan yang ada di hutan dan kemudian ditanami dengan tanaman-tanaman tertentu. Tanaman yang biasa ditanam di ladang antara lain tanaman-tanaman palawija, padi huma, umbi-umbian, dan lainnya. Perladangan kurang baik bagi kelestarian hutan, bila berlangsung secara terus-menerus dapat membuat hutan menjadi gundul sehingga tanah mudah terkena erosi. Sistem pertanian ladang atau petani nomaden banyak dijumpai di daerah-daerah yang masih mempunyai kawasan hutan yang luas seperti Kalimantan, Sumatra, dan Papua.

2. Perkebunan
Pernahkah kamu mengunjungi atau melihat perkebunan the atau kelapa sawit? Bagaimana luas perkebunan itu menurutmu? Tanaman yang ditanam pada perkebunan tidak terbatas pada
tanaman pangan utama, namun juga berbagai jenis tanaman pangan tambahan semacam buahbuahan dan sayur-sayuran. Beberapa jenis tanaman yang diperlukan dalam industri juga biasanya ditanam di perkebunan, misalnya kapas, kelapa sawit, tembakau, dan sebagainya.
Perkebunan dapat dijalankan pada lahan yang sempit seperti pekarangan rumah maupun luas
yang memerlukan modal besar.

3. Peternakan
Usaha pembudidayaan hewan-hewan darat yang diperlukan oleh manusia, baik untuk
dikonsumsi, maupun untuk tujuan lainnya dinamakan peternakan. Faktor-faktor yang
mendorong usaha peternakan di Indonesia antara lain sebagai berikut.
a. Mempunyai padang rumput yang luas.
b. Iklimnya cocok untuk persyaratan hidup ternak.
c. Memperluas lapangan kerja di bidang peternakan.
d. Dapat diambil bermacam-macam manfaat, seperti dimanfaatkan tenaganya, daging, kulit,
susu, dan kotorannya untuk pupuk pertanian.
Peternakan biasanya merupakan mata pencaharian sampingan dari penduduk yang menjalankan usaha pertanian. Berdasarkan jenis hewan yang diternakkan, peternakan dapat dibedakan menjadi tiga jenis, yakni peternakan hewan besar, peternakan hewan kecil, dan peternakan hewan unggas.

a. Peternakan Hewan Besar
Peternakan jenis ini membudidayakan hewan-hewan bertubuh besar, seperti sapi, kuda, dan
kerbau. Ternak hewan-hewan bertubuh besar diambil manfaatnya dalam bentuk susu, daging,
kulit, dan tenaganya sebagai alat transportasi. Selain itu, kotorannya dapat digunakan sebagai
pupuk alamiah yang diperlukan dalam usaha pertanian dan perkebunan.

5. Kehutanan
Lebih dari 50% kawasan darat di Indonesia adalah hutan. Hutan merupakan kawasan yang
ditumbuhi beragam jenis pohon. Di kawasan hutan, biasanya tinggal berbagai jenis binatang yang menggantungkan kehidupannya pada hasil-hasil hutan. Sebagai negara yang berada di lintang khatulistiwa, Indonesia memiliki banyak hutan karena curah hujan yang tinggi.
Hutan di Indonesia dapat dibedakan menjadi beberapa macam, antara lain sebagai berikut.

a. Berdasarkan Asalnya atau Terjadinya Hutan
1) Hutan alami, yaitu hutan yang tumbuh secara almiah. Contoh: hutan rimba.
2) Hutan buatan, yaitu hutan yang sengaja dibuat oleh manusia untuk diambil hasil kayunya
untuk industri. Contoh: hutan karet dan hutan jati.

b. Berdasarkan Jenis Tanamannya
1) Hutan homogen, yaitu hutan yang hanya terdiri atas satu jenis tanaman saja. Contoh:
hutan jati dan hutan pinus.
2) Hutan heterogen, yaitu hutan yang terdiri atas bermacammacam jenis tanaman,
biasanya merupakan hutan alami.

c. Berdasarkan Fungsi atau Manfaatnya
1) Hutan produksi, yaitu hutan yang ditanam untuk dimanfaatkan kayunya, getahnya, dan
sebagainya. Contoh hutan jati, hutan pinus, dan hutan karet.
2) Hutan lindung, yaitu hutan yang difungsikan untuk melindungi tanah dari erosi dan
untuk konservasi hutan. Hutan ini banyak dijumpai di pegunungan atau lereng-lereng bukit.
3) Hutan suaka, yaitu hutan yang difungsikan untuk melindungi jenis tumbuhan (cagar
alam) dan jenis hewan tertentu (suaka margasatwa). Contoh: Kebun Raya Bogor dan
Ujung Kulon (badak bercula satu).
4) Hutan wisata, yaitu hutan yang difungsikan untuk wisata dan rekreasi.
Secara umum fungsi dan manfaat hutan dapat dikelompokkan menjadi empat yaitu sebagai
berikut.
a. Fungsi hidrologis yaitu dapat menyimpan cadangan air.
b. Fungsi ekonomis yaitu dapat diambil hasilnya untuk kegiatan produksi sehingga
mendatangkan devisa bagi negara.
c. Fungsi klimatologis yaitu dapat mengatur cuaca atau iklim dan menyegarkan udara.
d. Fungsi orologis yaitu untuk menjaga keseimbangan lingkungan hidup.
Oleh karena begitu pentingnya fungsi hutan bagi kehidupan, maka kelestariannya perlu dijaga
dari kerusakan, baik dari kebakaran hutan dan penebangan hutan secara liar (ilegal logging).

6. Pertambangan
Pertambangan dilakukan manusia dengan menggali, mengambil, dan mengolah sumber daya
alam yang terdapat di perut bumi untuk memenuhi sebagian kebutuhan manusia. Kegiatan
pertambangan tidak terbatas pada upaya penggalian dan pengambilan saja, namun juga meliputi
upaya-upaya pengolahan sumber daya tersebut untuk dijadikan barang setengah jadi sebagai
bahan dasar industri.
Secara garis besar barang tambang dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu sebagai berikut.
a. Berdasarkan manfaat atau kegunaannya, barang tambang dapat dibedakan ke dalam tiga
golongan.
1)      Golongan A, yaitu barang tambang strategis dan penting untuk perekonomian negara.
 Contohnya minyak bumi, batubara, gas alam, bijih besi, tembaga, dan nikel.
2)      Golongan B, yaitu barang tambang yang vital dan penting bagi kehidupan orang banyak atau penting untuk hajat hidup orang banyak. Contohnya emas, perak, belerang, fosfat, dan mangan.
3) Golongan C, yaitu barang tambang yang secara langsung digunakan untuk bahan
keperluan industri. Contohnya batu gamping, kaolin, marmer, gips, dan batu apung.
b. Berdasarkan bentuknya, barang tambang dikelompokkan sebagai berikut.
1)      Barang tambang berbentuk energi, yaitu barang tambang yang dapat menghasilkan
tenaga atau energi yang bermanfaat bagi kehidupan manusia. Contohnya minyak bumi, batubara, gas alam, dan uranium.
2)      Barang tambang berbentuk mineral logam. Contohnya timah, tembaga, bijih besi, emas,perak, dan nikel.
3)      Barang tambang berbentuk mineral bukan logam. Contohnya intan, belerang, gamping, marmer, pasir kwarsa, dan fosfat.

            Selain dari pengelompokan di atas, barang tambang dapat dikelompokkan berdasarkan bahanasal pembentukannya yaitu mineral organik dan mineral anorganik. Mineral organik yaitu mineral yang berasal dari sisa makhluk hidup misalnya gas alam, minyak bumi, dan batubara. Mineral anorganik yaitu mineral yang berasal dari sisa-sisa bahan anorganik misalnya kaolin, batu, pasir kwarsa, yodium. Adapun mineral logam bukan berasal dari organik ataupun anorganik. Untuk mendapatkan barang tambang yang masih terdapat di alam perlu dilakukan beberapa tahapan.
Tahap pertama adalah eksplorasi yaitu melakukan kegiatan penyelidikan dan penelitian
pada suatu daerah yang diperkirakan mengandung barang tambang tertentu. Tahap selanjutnya adalah eksploitasi yaitu tahap pengambilan atau penambangan barang tambang di dalam bumi. Wilayah Indonesia sangat kaya akan potensi sumber daya alam. Namun begitu, belum semua potensi yang dimiliki telah dipergunakan secara maksimal.

7. Perindustrian
Perindustrian merupakan usaha manusia untuk mengubah bahan mentah atau barang setengah
jadi menjadi barang jadi. Bidang perindustrian merupakan bidang pencaharian yang terus
meningkat. Pemerintah Indonesia berupaya untuk terus mendorong bidang perindustrian agar
lebih maju, sehingga dapat menampung banyak tenaga kerja. Berdasarkan besaran proses
produksinya, industri dapat digolongkan menjadi industri kecil, industri menengah, dan industri
besar.
a. Industri Kecil
Industri kecil merupakan kegiatan industri dalam skala terbatas. Jenis industri ini biasanya
berbasis pada rumah tangga. Jumlah tenaga kerjanya pun terbatas dan teknologi yang digunakan dalam industri ini tidak terlalu kompleks. Contohnya antara lain rumah batik, pembuatan makanan ringan, pembuatan anyam-anyaman, dan sebagainya

menengah merupakan kegiatan industri yang tidak berbasis pada rumah tangga. Jumlah
tenaga kerjanya lebih banyak dari industri kecil dan teknologi yang digunakan dalam industri ini sudah mulai melibatkan mesin-mesin dalam jumlah terbatas. Contohnya antara lain industri percetakan, konfeksi, dan penggergajian kayu.
c. Industri Besar
Industri besar kegiatannya dalam skala besar. Jenis industri ini memerlukan modal besar,
dengan jumlah tenaga kerja sangat banyak, dan teknologi yang digunakan sangat kompleks yaitu melibatkan mesin-mesin berukuran besar dalam jumlah banyak. Contohindustri besar adalah pembuatan mobil, pesawat terbang, dan pengolahan besi.

8. Pariwisata
Pariwisata dapat diartikan sebagai perjalanan dengan tujuan rekreasi. Mata pencaharian di
sektor pariwisata beragam jenisnya, antara lain berupa penjualan jasa sebagai pemandu (guide), penyedia penginapan (akomodasi), hingga agen perjalanan. Indonesia merupakan negara yang memiliki banyak kawasan dan potensi pariwisata. Keindahan alam Indonesia sangat terkenal hingga ke berbagai negara. Namun, masih sedikit penduduk Indonesia yang bekerja di bidang pariwisata.

9. Transportasi dan Jasa
Jasa merupakan usaha manusia untuk membantu manusia lainnya dalam mencapai atau
melaksanakan sesuatu. Sementara itu, transportasi merupakan kegiatan pemindahan barang
atau manusia dari suatu tempat ke tempat lainnya. Pencaharian penduduk dalam bidang ini pun sangat beragam. Bidang jasa dan transportasi terutama menjadi pilihan pencaharian masyarakat perkotaan. Beberapa contohnya antara lain adalah pekerjaan sebagai penerjemah, penyewaan barang, pengemudi, pilot, masinis, dan sebagainya.

10.Perdagangan
Perdagangan dilakukan untuk menyalurkan dan memasarkan barang jadi dari produsen pada
konsumen. Perdagangan diperlukan karena adanya perbedaan jumlah barang atau komoditi
tertentu antara suatu kawasan dengan kawasan lain. Berdasarkan besaran dan jenis barang,
perdagangan dapat dikelompokkan menjadi perdagangan kecil, perdagangan menengah, dan
perdagangan besar. Perdagangan kecil, kegiatannya berupa penyaluran barang langsung kepada
pembeli (eceran). Perdagangan menengah kegiatannya berupa penyaluran barang dari pedagang besar pada pedagang kecil sehingga tidak melibatkan konsumen. Perdagangan besar kegiatan melibatkan produsen barang atau pemilik barang dalam jumlah besar dengan para pedagang menengah.


Sumber Daya Manusia
Pertumbuhan penduduk adalah perubahan populasi sewaktu-waktu, dan dapat dihitung sebagai perubahan dalam jumlah individu dalam sebuah populasi menggunakan "per waktu unit" untuk pengukuran. Sebutan pertumbuhan penduduk merujuk pada semua spesies, tapi selalu mengarah pada manusia, dan sering digunakan secara informal untuk sebutan demografi nilai pertumbuhan penduduk, dan digunakan untuk merujuk pada pertumbuhan penduduk dunia. Penyebaran penduduk dapatlah diartikan pindahnya penduduk dari satu tempat ke tempat lain oleh apapun sebabnya, yang akan mengakibatkan terjadinya perubahan penduduk. Prosesnya dengan imigrasi atau emigrasi dan transmigrasi. Angkatan kerja adalah penduduk usia produktif yang berusia 15-64 tahun yang sudah mempunyai pekerjaan tetapi sementara tidak bekerja, maupun yang sedang aktif mencari pekerjaan. Angkatan kerja dikelompokkan menjadi 4 golongan, yaitu :

1. Mereka yang bekerja penuh adalah angkatan kerja yang aktif menyumbangkan tenaganya
dalam kegiatan produksi.
2. Pengangguran terbuka atau open unemployment adalah mereka yang sama sekali tidak
bekerja, tetapi sedang mencari pekerjaan (sewaktu-waktu siap bekerja)
3. Setengah menganggur atau under unemployment adalah mereka yang bekerja tidak sesuai
dengan pendidikan/keahliannya atau tidak menggunakan sepenuh tenaganya karena
kekurangan lapangan perkerjaan. Contoh : Seorang sarjana bekerja tidak sesuai dengan
pendidikannya.
4. Pengangguran tersembunyi / tersamar atau disebut disguise employment, artinya suatu
pekerjaan dikerjakan oleh pekerja yang berlebihan sehingga mereka tidak bekerja maksimal.
Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses
pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki
kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta
keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. (UU No.20 tahun 2003)
Peran Tenaga Kerja Pria dan Wanita
Tingkat partisipasi angkatan kerja adalah wujud nyata dari peran tenaga kerja baik pria
maupun wanita di Indonesia berkisar pada angka 57% dalam kurun waktu 1991 – 1994,
kenaikan angkanya relatif tidak berarti 57,1 persen pada tahun 1991 menjadi 57,6 persen
pada tahun 1994. Jika diingat bahwa penduduk dalam kelompok usia muda masih dominan,
kenaikan angka-agka TPAK ini sangat kecil. Berarti manakala penduduk muda tersebut
(<10 tahun) bertambah umur sehingga memasuki batas usia kerja, sebagian besar mereka
tidak masuk ke golongan tenaga kerja yang angkatan kerja, melainkan ke golongan yang
bukan angkatan kerja. Boleh jadi mereka melanjutkan sekolah atau (bagi anak-anak
perempuan) mengurus rumah tangga, atau mungkin juga menganggur. Kemungkinan yang
terakhir ini tidak mustahil sebab selama kurun waktu yang sama angka pengangguran
mengalami kenaikan. Pola perubahan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) berbeda
dengan pola perubahan Tingkat Pengangguran dalam periode tersebut. Angka-angka TPAK
berfluktuasi dari tahun ke tahun, sementara angka pengangguran senantiasa meningkat.
Dalam perbandingan tenaga kerja pria dan wanita, pria masih jauh lebih tinggi dibandingkan
TPAK wanita. Perbandingan angkanya untuk tahun 1994 adalah 72,3 banding 43,4. Ini
mencerminkan peluang tenaga kerja wanita untuk terlibat di pasar tenaga kerja masih
rendah. Sedangkan jika dibandingkan secara parsial atau antar daerah, TPAK di daerah
pedesaan justru lebih tinggi daripada di daerah perkotaan; 61,5 berbanding 50,5. Peluang
orang-orang desa untuk terlibat di pasar tenaga kerja ternyata lebih baik dibandingkan
dengan saudara-saudara mereka yang tinggal di kota. Lebih tingginya TPAK pria
dibandingkan dengan saudara-saudara wanita tidak hanya berlaku untuk Indonesia secara
keseluruhan, tanpa memperhatikan tempat tinggal. Akatetapi juga secara parsial di kedua
macam daerah permukimam. TPAK pria lebih tinggidaripada TPAK wanita baik di daerah
perdesaan maupun di daerah perkotaan. Di lain pihak, lebih tingginya TPAK di daerah
perdesaan dibandingkan di daerah perkotaan tidak hanya berlaku untuk angkatan kerja
pria, tapi juga untuk angkatan kerja wanita.







Perbandingan Peran Tenaga Kerja Pria dan Wanita
Tingkat perbandingan peran tenaga kerja wanita Indonesia di pasar kerja rasanya cukup
berarti. Tenaga-tenaga professional, teknisi, dan sejenisnya lebih dominan di perankan oleh
pekerja wanita dibandingkan dengan pekerja pria, baik untuk Inodnesia secara keseluruhan
(5,09%, sedangkan pekerja pria hanya 3,76%) maupun di masing-masing daerah perdesaan
(3,57%) berbanding (3,18%) dan daerah perkotaan (9,05%) berbanding (5,07%). Jenis
pekerjaan lain yang di dominasi oleh pekerja wanita ialah penjualana, jasa, dan produksi.
Dominasi kaum wanita di ketiga bidang kerja ini berlaku baik untuk daerah pedesaan
maupun perkotaan.

Pekerjaan dan Tingkat Upah
Sebaran pekerjaan angkatan kerja dapat ditinjau dari tinga aspek, yaitu berdasarkan (1)
lapangan pekerjaan; (2) status pekerjaan; dan (3) jenis pekerjaan. Sebaran angkatan kerja
berdasarkan lapangan pekerjaan menggambarkan di sektorsektor produksi apa/mana saja
para pekerja menyandarkan sumber nafkahnya. Sebaran menurut status pekerjaan
menjelaskan kedudukan pekerja di dalam pekerjaan yang dimiliki atau dilakukannya.
Adapun sebaran menurut jenis pekerjaan menunjukkan kegiatan konkret apa yang
dikerjakan oleh pekerja yang bersangkutan.


Investasi
           
            Untuk memperoleh suatu pertumbuhan ekonomi yang tinggi dalam proses pembangunan di Indonesia, terkumpulnya modal dan sumber daya sebagai investasi,  menduduki  peran  yang sangat   penting. Bagaimana  kita dapat melakukan pembangunan  jika  dana  yang diperlukan untuk  itu  tidak tersedia atau  mencukupi ?
       Dalam kondisi  tertentu  masih sulit untuk mengharapkan danainvestasi dari  masyarakat. Untuk itulah pemerintah memerlukan dana yang besar dari selisih  penerimaan  dan pengeluaran biaya  rutin pemerintah. Namun sayangnya pemerintah tidak dapat terus-rnenerus mengandalkan tabungan pemerintah tersebut. Perlu dilakukan upaya-upaya tambahan guna membantu memenuhi kebutuhan   dana investasi   pembangunan. Upaya-upaya  tersebut   adalah   :
a.  Lebih  mengembangan   ekspor  komoditi  non-migas,  sehingga  secara  absolut dapat  meningkatkan penerimaan  pemerintah  dari sektor luar negeri.Untuk menunjang langkah ini perlu diusahaan peningkatan nilai tambah dan kemampuan bersaing dari komoditi-kornoditi yang akan diekspor  tersebut.
b.  Mengusahakan adanya pinjaman luar negeri yang memiliki syarat lunak,serta menggunakannya untuk kegiatan investasi yang menganut prinsip prioritas
c.       Menciptakan iklim  investasi yang menarik  dan arnan bagi  para  penanam modal  asing,  sehingga makin banyak PMA yang masuk  ke  Indonesia
d.   Lebih  menggiatkan dan  menyempurnakan sistem perpajakan dan perkreditan, terutama kredit untuk golongan ekonomi lemah, agar mereka secepatnya dapat berjalan bersama dengan para pengusaha besar dalam rangka peningkatan produktifitas.


rowland_pasaribu.staff.gunadarma.ac.id/.../peta-perekonomian-indonesia