PETA
PEREKONOMIAN INDONESIA
Geografi Indonesia
Indonesia
memiliki sekitar 17.504 pulau (menurut data tahun 2004; lihat pula: jumlah
pulau di Indonesia), sekitar 6.000 di antaranya tidak berpenghuni tetap,
menyebar sekitar katulistiwa, memberikan cuaca tropis. Pulau terpadat
penduduknya adalah pulau Jawa, di mana lebih dari setengah (65%) populasi
Indonesia. Indonesia terdiri dari 5 pulau besar, yaitu: Jawa, Sumatra, Kalimantan,
Sulawesi, dan Irian Jaya dan rangkaian pulau-pulau ini disebut pula sebagai kepulauan
Nusantara atau kepulauan Indonesia. Peta garis kepulauan Indonesia, Deposit
oleh Republik Indonesia pada daftar titik-titik koordinat geografis berdasarkan
pasal 47, ayat 9, dari Konvensi PBB tentang Hukum Laut. Indonesia memiliki
lebih dari 400 gunung berapi and 130 di antaranya termasuk gunung berapi aktif.
Sebagian dari gunung berapi terletak di dasar laut dan tidak terlihat dari
permukaan laut. Indonesia merupakan tempat pertemuan 2 rangkaian gunung berapi
aktif (Ring of Fire). Terdapat puluhan patahan aktif di wilayah Indonesia.
Iklim
Indonesia
mempunyai iklim tropik basah yang dipengaruhi oleh angin monsun barat dan
monsun
timur. Dari bulan November hingga Mei, angin bertiup dari arah Utara Barat Laut
membawa
banyak uap air dan hujan di kawasan Indonesia; dari Juni hingga Oktober angin
bertiup
dari Selatan Tenggara kering, membawa sedikit uap air. Suhu udara di dataran
rendah
Indonesia
berkisar antara 23 derajat Celsius sampai 28 derajat Celsius sepanjang tahun.
Namun suhu
juga sangat bevariasi; dari rata-rata mendekati 40 derajat Celsius pada musim
kemarau di
lembah Palu - Sulawesi dan di pulau Timor sampai di bawah 0 derajat Celsius di
Pegunungan
Jayawijaya - Irian. Terdapat salju abadi di puncak-puncak pegunungan di Irian:
Puncak
Trikora (Mt. Wilhelmina - 4730 m) dan Puncak Jaya (Mt. Carstenz, 5030 m).
Ada 2 musim
di Indonesia yaitu musim hujan dan musim kemarau, pada beberapa tempat
dikenal
musim pancaroba, yaitu musim di antara perubahan kedua musim tersebut.
Curah hujan
di Indonesia rata-rata 1.600 milimeter setahun, namun juga sangat bervariasi;
dari lebih dari 7000 milimeter setahun sampai sekitar 500 milimeter setahun di
daerah Palu dan Timor. Daerah yang curah hujannya rata-rata tinggi sepanjang
tahun adalah Aceh, Sumatera Barat, Sumatera Utara, Riau, Jambi, Bengkulu,
sebagian Jawa barat, Kalimantan Barat, Sulawesi Utara, Maluku Utara dan delta
Mamberamo di Irian.
Setiap 3
sampai 5 tahun sekali sering terjadi El-Nino yaitu gejala penyimpangan cuaca
yang
menyebabkan
musim kering yang panjang dan musim hujan yang singkat. Setelah El Nino
biasanya
diikuti oleh La Nina yang berakibat musim hujan yang lebat dan lebih panjang
dari
biasanya.
Kekuatan El Nino berbeda-beda tergantung dari berbagai macam faktor, antara
lain
indeks
Osilasi selatan atau Southern Oscillation.
Sementara
itu, kontribusinya cenderung bergerak stagnan, yaitu di kisaran 33 persen dari
total
ekspor
nasional. Apabila kita lihat lebih mendalam, tiga rangking teratas nilai ekspor
pertambangan
masih dipegang oleh komoditas batu bara (SITC kode 321), gas alam (SITC kode 343),
dan minyak mentah (SITC kode 333). Posisi selanjutnya
berasal dari produk mineral, seperti bijih dan konsentrat tembaga (SITC kode 283) dan bijih nikel (SITC kode 284). Krisis ekonomi tahun 2008 silam, tidak pelak,
memengaruhi laju pertumbuhan ekspor ketiga komoditas
favorit tersebut. Harga komoditas terjun bebas seiring melambatnya permintaan dan pesimisme akan prospek ekonomi global. Ekspor
minyak mentah yang mencapai 9,2 miliar dollar
AS pada tahun 2007 turun menjadi hanya 7,8 miliar dollar AS pada tahun 2009 (berkontraksi 15,2 persen). Sementara ekspor gas
alam nilainya turun dari 9,7 miliar dollar AS menjadi
8,7 miliar dollar AS atau melemah 10,3 persen. Komoditas batu bara masih lebih beruntung karena mampu tumbuh dari 6,7 miliar
dollar AS menjadi 13,8 miliar dollar AS (naik 106 persen). Lalu, bagaimana
potret ekspor ketiga komoditas tambang itu saat ini?
Minyak bumi
Nilai ekspor minyak
bumi Indonesia memang terus menguat. Namun, kenaikan ini ternyata
belum diimbangi naiknya
volume ekspor. Lihat saja perkembangan volume ekspor minyak
mentah nasional dalam
satu dekade terakhir. Pada tahun 2000, Indonesia mampu mengekspor
minyak hingga 225 juta
barrel. Namun, pada tahun 2009 volumenya hanya mencapai 117 juta
barrel atau tergerus 48
persen.
Dalam kurun waktu
tersebut, negara yang menjadi tujuan utama ekspornya adalah Australia,
Jepang, dan China,
dengan persentase masing-masing sebesar 20 persen, 17,8 persen, dan 16,4 persen
dari total ekspor minyak nasional. Turunnya volume ekspor minyak bumi ini
berkaitan dengan melemahnya produksi minyak dalam negeri. Volume produksi
minyak menurun dari 517 juta barrel (2000) menjadi 337 juta barrel (2009).
Bersamaan dengan melemahnya volume produksi, cadangan minyak bumi di Indonesia
pun terus menipis.
Tabel 1 menunjukkan
perbandingan cadangan minyak mentah negara di kawasan Asia Pasifik. Pada akhir
2008, China tercatat mempunyai cadangan minyak terbesar di area ini, yaitu
mencapai 15,4 miliar
barrel atau 1,2 persen dari cadangan minyak dunia. Sementara itu,
cadangan minyak
Indonesia diperkirakan mencapai 3,7 miliar barrel atau 0,3 persen dari total
cadangan dunia. Stok
cadangan Indonesia ini terus turun dari 10 tahun silam, yang mencapai 5,1
miliar barrel. Sementara itu, rasio cadangan minyak terhadap tingkat produksi
tahunan (rasio C/P) menunjukkan bahwa Vietnam memiliki umur ekonomis minyak
yang lebih panjang di antara negara lain, yaitu mencapai 40 tahun. Indonesia
sendiri dengan cadangan yang ada, ditambah asumsi tingkat produksi minyak
konstan di level 357 juta barrel per tahun (produksi aktual tahun 2008) dan
tanpa penemuan cadangan minyak baru, stok cadangan ini diperkirakan akan terkuras
dalam tempo 10 tahun. Tentunya investasi dan aktivitas eksplorasi untuk mendapatkan
lapangan minyak prospektif mutlak dilakukan. Kondisi tersebut mengingat masih tingginya
ketergantungan banyak negara pada komoditas minyak sebagai sumber energi utama.
Gas
alam dan batu bara
Seiring turunnya volume
produksi dan ekspor minyak mentah serta terdongkraknya harga
energi di pasar global,
pamor gas alam dan batu bara mulai terangkat.
Nilai ekspor kedua
komoditas ini bahkan melampaui ekspor minyak bumi sejak tahun 2005.
Volume produksi gas
alam cenderung stabil, yaitu dari 2,8 miliar MSCF (2000) menjadi 3,0
miliar MSCF (2009) atau
naik 4,5 persen. Naiknya produksi gas alam diikuti kenaikan volume pemanfaatannya
sebesar 4 persen. Cadangan gas alam kita pun relatif besar, yaitu mencapai 3,2
triliun meter kubik (2008) atau 1,7 persen dari cadangan gas alam di dunia.
Rasio C/P gas alam bahkan menunjukkan cadangan ini mampu bertahan hingga 45
tahun.
Di sisi lain, volume
batu bara yang kita produksi pun makin meroket, yaitu dari 112 juta ton
(2003) menjadi 208 juta
ton (2009) atau naik hingga 84 persen. Volume ekspornya pun tumbuh lebih
kencang hingga 92 persen. Permintaan ekspor kedua komoditas ini umumnya datang
dari negara-negara Asia. Pada tahun 2009, Jepang dan Korea tercatat menjadi
pengimpor utama gas alam Indonesia, dengan porsi masing-masing mencapai 53
persen dan 16 persen dari total ekspor gas alam nasional. Pada periode yang
sama, Jepang, China, India, dan Korea mendominasi pembelian batu bara Indonesia
dengan nilai lebih dari 8 miliar dollar AS. Dari keempat negara tersebut,
pertumbuhan permintaan batu bara dari China tergolong pesat. Ekspansi ekonomi
yang kencang memang membuat China haus akan sumber daya energi. Pada tahun
2007, misalnya, China mengimpor batu bara Indonesia dengan nilai 452 juta
dollar AS atau tumbuh 132 persen. Memasuki tahun 2009, permintaan batu bara
bahkan lebih besar,
yaitu mencapai 2 miliar
dollar AS atau naik 186 persen. "Panasnya" potensi keuntungan dari
komoditas tambang, terutama batu bara, membuat banyak investor berduyun-duyun
menginvestasikan dananya di Indonesia. Hal ini bisa kita cermati dari kenaikan
angka realisasi investasi pertambangan. Pada tahun 2009, realisasi investasi
domestik
di bidang pertambangan
mencapai Rp 1,79 triliun, meningkat lebih dari 245 persen dari tahun
sebelumnya. Sementara
realisasi investasi luar negeri naik 67,8 persen menjadi 304,5 juta dollar AS.
Diskusi di atas menunjukkan betapa besarnya pengaruh komoditas tambang terhadap
postur ekspor nasional. Ekspor minyak mentah mulai menurun dan posisinya
tergantikan oleh barang tambang lain yang lebih besar cadangannya, yaitu gas
alam dan batu bara. Dalam beberapa tahun ke depan, prospek ekspor komoditas
tambang tampaknya masih
kinclong. Seiring laju
pemulihan ekonomi global yang dipercaya makin stabil dan terus
berekspansi, permintaan
sumber daya ini pun akan semakin meningkat. Namun, perlu diingat, selain
produksi, faktor harga global berperan penting. Fluktuasi harga komoditas di
pasar internasional dapat memberikan dampak besar bagi ekspor hasil tambang ini.
Selain itu, hasil tambang adalah komoditas kemilau yang tidak dapat terbarukan
atau akan habis di masa datang. Artinya, kita wajib memajukan sektor dan
komoditas usaha lain agar dapat menopang ekspor nasional. Contohnya, komoditas
manufaktur. Nilai tambah industri manufaktur yang lebih tinggi diyakini lebih
memberikan fondasi yang mumpuni untuk kemajuan
ekspor di masa depan.
Mata
Pencaharian Masyarakat Indonesia
Cobalah
mengamati lingkungan sekitarmu. Identifikasikan kegiatan ekonomi orang-orang di
daerahmu.
Apakah pekerjaan mereka? Pekerjaan yang rutin dilakukan dan mendatangkan
nafkah
dinamakan mata pencaharian. Hal ini bisa dilihat dari corak kehidupan penduduk
setempat.
Berdasarkan ciri yang dimilikinya, kehidupan penduduk dapat dibedakan menjadi
dua corak, yakni corak kehidupan tradisional (sederhana) dan corak kehidupan
modern
(kompleks).
Masing-masing corak kehidupan memiliki ciri tersendiri. Mata pencaharian
penduduk yang memiliki corak sederhana biasanya sangat berhubungan dengan
pemanfaatan lahan dan sumber daya alam. Contohnya pertanian, perkebunan, dan peternakan.
Sementara, mata pencaharian penduduk yang memiliki corak modern biasanya lebih
mendekati sektor-sektor yang tidak terlalu berhubungan dengan pemanfaatan lahan
dan sumber daya alam seperti jasa, transportasi, dan pariwisata. Selanjutnya
kita akan mempelajari beberapa pola kegiatan ekonomi penduduk di Indonesia yang
berkaitan dengan pemanfaatan lahan.
1.
Pertanian
Pertanian
merupakan usaha pengolahan tanah untuk pembudidayaan tanaman pangan.
Masyarakat
agraris mengandalkan sektor pertanian sebagai mata pencaharian utamanya.
Berdasarkan
bentuknya, pertanian dapat dibedakan sebagai berikut.
a.
Persawahan
Persawahan
merupakan pertanian tetap (tidak berpindah) yang menggunakan lahan basah yang diairi
secara teratur. Tanaman yang biasanya ditanam pada persawahan adalah padi.
Berdasarkan
cara pengairannya, persawahan dapat dibedakan menjadi tiga macam, yaitu sebagai
berikut.
1)
Persawahan irigasi, yakni persawahan yang menggunakan sistem pengairan tetap
dan
teratur
dengan membangun saluran pengairan yang mengambil sumber air dari sungai
atau danau
atau dikenal dengan istilah irigasi.
2)
Persawahan lebak yaitu persawahan yang berada di kanan kiri sungai-sungai yang
besar.
Sistem
pengairannya mengandalkan air sungai yang ada.
3)
Persawahan tadah hujan, yakni persawahan yang sistem pengairannya mengandalkan
air
hujan atau
tergantung pada curah hujan. Pada musim kemarau, biasanya lahan ditanami
tanaman-tanaman
palawija.
4)
Persawahan pasang-surut, yakni persawahan yang sistem pengairannya memanfaatkan
air muara
atau rawa yang pasang. Oleh karena itu, persawahan ini biasanya ditemukan
di kawasan
pantai atau sungai besar yang landai dan memiliki lahan pasang surut.
b. Tegalan
Selain
persawahan, usaha pengolahan tanah untuk pembudidayaan tanaman pangan dapat
juga dilakukan dengan menggunakan lahan kering yang disebut dengan tegalan.
Tegalan berlokasi pada lahan yang tetap, tidak berpindah-pindah. Tanaman-tanaman
yang ditanam pada tegalan biasanya lebih beragam dibandingkan ladang.
c.
Perladangan
Selain
dilakukan secara menetap, pertanian juga bisa dilakukan secara berpindah-pindah
yang
disebut
dengan perladangan. Perladangan merupakan usaha pengolahan tanah untuk
pembudidayaan
tanaman pangan dengan cara berpindah-pindah (nomaden) untuk mencari
lahan-lahan
kosong yang bertanah subur. Lahan yang digunakan dalam perladangan biasanya
merupakan
lahan kering. Selain berpindah-pindah, pertanian ladang juga belum mengenal
sistem irigasi, pengolahan tanah, dan pemupukan. Perladangan biasanya dilakukan
penduduk dengan cara membabat pepohonan pada lahan yang ada di hutan dan
kemudian ditanami dengan tanaman-tanaman tertentu. Tanaman yang biasa ditanam
di ladang antara lain tanaman-tanaman palawija, padi huma, umbi-umbian, dan
lainnya. Perladangan kurang baik bagi kelestarian hutan, bila berlangsung secara
terus-menerus dapat membuat hutan menjadi gundul sehingga tanah mudah terkena
erosi. Sistem pertanian ladang atau petani nomaden banyak dijumpai di
daerah-daerah yang masih mempunyai kawasan hutan yang luas seperti Kalimantan,
Sumatra, dan Papua.
2. Perkebunan
Pernahkah
kamu mengunjungi atau melihat perkebunan the atau kelapa sawit? Bagaimana luas perkebunan
itu menurutmu? Tanaman yang ditanam pada perkebunan tidak terbatas pada
tanaman
pangan utama, namun juga berbagai jenis tanaman pangan tambahan semacam
buahbuahan dan sayur-sayuran. Beberapa jenis tanaman yang diperlukan dalam
industri juga biasanya ditanam di perkebunan, misalnya kapas, kelapa sawit,
tembakau, dan sebagainya.
Perkebunan
dapat dijalankan pada lahan yang sempit seperti pekarangan rumah maupun luas
yang
memerlukan modal besar.
3. Peternakan
Usaha
pembudidayaan hewan-hewan darat yang diperlukan oleh manusia, baik untuk
dikonsumsi,
maupun untuk tujuan lainnya dinamakan peternakan. Faktor-faktor yang
mendorong
usaha peternakan di Indonesia antara lain sebagai berikut.
a.
Mempunyai padang rumput yang luas.
b. Iklimnya
cocok untuk persyaratan hidup ternak.
c.
Memperluas lapangan kerja di bidang peternakan.
d. Dapat
diambil bermacam-macam manfaat, seperti dimanfaatkan tenaganya, daging, kulit,
susu, dan
kotorannya untuk pupuk pertanian.
Peternakan
biasanya merupakan mata pencaharian sampingan dari penduduk yang menjalankan usaha
pertanian. Berdasarkan jenis hewan yang diternakkan, peternakan dapat dibedakan
menjadi tiga jenis, yakni peternakan hewan besar, peternakan hewan kecil, dan
peternakan hewan unggas.
a.
Peternakan Hewan Besar
Peternakan
jenis ini membudidayakan hewan-hewan bertubuh besar, seperti sapi, kuda, dan
kerbau.
Ternak hewan-hewan bertubuh besar diambil manfaatnya dalam bentuk susu, daging,
kulit, dan
tenaganya sebagai alat transportasi. Selain itu, kotorannya dapat digunakan
sebagai
pupuk
alamiah yang diperlukan dalam usaha pertanian dan perkebunan.
5.
Kehutanan
Lebih dari 50% kawasan
darat di Indonesia adalah hutan. Hutan merupakan kawasan yang
ditumbuhi beragam jenis
pohon. Di kawasan hutan, biasanya tinggal berbagai jenis binatang yang menggantungkan
kehidupannya pada hasil-hasil hutan. Sebagai negara yang berada di lintang khatulistiwa,
Indonesia memiliki banyak hutan karena curah hujan yang tinggi.
Hutan di Indonesia
dapat dibedakan menjadi beberapa macam, antara lain sebagai berikut.
a. Berdasarkan Asalnya
atau Terjadinya Hutan
1) Hutan alami, yaitu
hutan yang tumbuh secara almiah. Contoh: hutan rimba.
2) Hutan buatan, yaitu
hutan yang sengaja dibuat oleh manusia untuk diambil hasil kayunya
untuk industri. Contoh:
hutan karet dan hutan jati.
b. Berdasarkan Jenis
Tanamannya
1) Hutan homogen, yaitu
hutan yang hanya terdiri atas satu jenis tanaman saja. Contoh:
hutan jati dan hutan
pinus.
2) Hutan heterogen,
yaitu hutan yang terdiri atas bermacammacam jenis tanaman,
biasanya merupakan
hutan alami.
c. Berdasarkan Fungsi
atau Manfaatnya
1) Hutan produksi,
yaitu hutan yang ditanam untuk dimanfaatkan kayunya, getahnya, dan
sebagainya. Contoh
hutan jati, hutan pinus, dan hutan karet.
2) Hutan lindung, yaitu
hutan yang difungsikan untuk melindungi tanah dari erosi dan
untuk konservasi hutan.
Hutan ini banyak dijumpai di pegunungan atau lereng-lereng bukit.
3) Hutan suaka, yaitu
hutan yang difungsikan untuk melindungi jenis tumbuhan (cagar
alam) dan jenis hewan
tertentu (suaka margasatwa). Contoh: Kebun Raya Bogor dan
Ujung Kulon (badak
bercula satu).
4) Hutan wisata, yaitu
hutan yang difungsikan untuk wisata dan rekreasi.
Secara umum fungsi dan
manfaat hutan dapat dikelompokkan menjadi empat yaitu sebagai
berikut.
a. Fungsi hidrologis
yaitu dapat menyimpan cadangan air.
b. Fungsi ekonomis
yaitu dapat diambil hasilnya untuk kegiatan produksi sehingga
mendatangkan devisa
bagi negara.
c. Fungsi klimatologis
yaitu dapat mengatur cuaca atau iklim dan menyegarkan udara.
d. Fungsi orologis
yaitu untuk menjaga keseimbangan lingkungan hidup.
Oleh karena begitu
pentingnya fungsi hutan bagi kehidupan, maka kelestariannya perlu dijaga
dari kerusakan, baik
dari kebakaran hutan dan penebangan hutan secara liar (ilegal logging).
6.
Pertambangan
Pertambangan dilakukan
manusia dengan menggali, mengambil, dan mengolah sumber daya
alam yang terdapat di
perut bumi untuk memenuhi sebagian kebutuhan manusia. Kegiatan
pertambangan tidak
terbatas pada upaya penggalian dan pengambilan saja, namun juga meliputi
upaya-upaya pengolahan
sumber daya tersebut untuk dijadikan barang setengah jadi sebagai
bahan dasar industri.
Secara garis besar
barang tambang dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu sebagai berikut.
a. Berdasarkan manfaat
atau kegunaannya, barang tambang dapat dibedakan ke dalam tiga
golongan.
1)
Golongan A, yaitu barang tambang
strategis dan penting untuk perekonomian negara.
Contohnya minyak bumi, batubara, gas alam,
bijih besi, tembaga, dan nikel.
2)
Golongan B, yaitu barang tambang yang
vital dan penting bagi kehidupan orang banyak atau penting untuk hajat hidup
orang banyak. Contohnya emas, perak, belerang, fosfat, dan mangan.
3) Golongan C, yaitu
barang tambang yang secara langsung digunakan untuk bahan
keperluan industri.
Contohnya batu gamping, kaolin, marmer, gips, dan batu apung.
b. Berdasarkan
bentuknya, barang tambang dikelompokkan sebagai berikut.
1)
Barang tambang berbentuk energi, yaitu
barang tambang yang dapat menghasilkan
tenaga
atau energi yang bermanfaat bagi kehidupan manusia. Contohnya minyak bumi, batubara,
gas alam, dan uranium.
2)
Barang tambang berbentuk mineral logam.
Contohnya timah, tembaga, bijih besi, emas,perak, dan nikel.
3)
Barang tambang berbentuk mineral bukan
logam. Contohnya intan, belerang, gamping, marmer, pasir kwarsa, dan fosfat.
Selain dari pengelompokan di atas, barang tambang dapat
dikelompokkan berdasarkan bahanasal pembentukannya yaitu mineral organik dan
mineral anorganik. Mineral organik yaitu mineral yang berasal dari sisa makhluk
hidup misalnya gas alam, minyak bumi, dan batubara. Mineral anorganik yaitu
mineral yang berasal dari sisa-sisa bahan anorganik misalnya kaolin, batu,
pasir kwarsa, yodium. Adapun mineral logam bukan berasal dari organik ataupun
anorganik. Untuk mendapatkan barang tambang yang masih terdapat di alam perlu
dilakukan beberapa tahapan.
Tahap pertama adalah
eksplorasi yaitu melakukan kegiatan penyelidikan dan penelitian
pada suatu daerah yang
diperkirakan mengandung barang tambang tertentu. Tahap selanjutnya adalah
eksploitasi yaitu tahap pengambilan atau penambangan barang tambang di dalam
bumi. Wilayah Indonesia sangat kaya akan potensi sumber daya alam. Namun
begitu, belum semua potensi yang dimiliki telah dipergunakan secara maksimal.
7.
Perindustrian
Perindustrian merupakan
usaha manusia untuk mengubah bahan mentah atau barang setengah
jadi menjadi barang
jadi. Bidang perindustrian merupakan bidang pencaharian yang terus
meningkat. Pemerintah
Indonesia berupaya untuk terus mendorong bidang perindustrian agar
lebih maju, sehingga
dapat menampung banyak tenaga kerja. Berdasarkan besaran proses
produksinya, industri
dapat digolongkan menjadi industri kecil, industri menengah, dan industri
besar.
a. Industri Kecil
Industri kecil
merupakan kegiatan industri dalam skala terbatas. Jenis industri ini biasanya
berbasis pada rumah
tangga. Jumlah tenaga kerjanya pun terbatas dan teknologi yang digunakan dalam
industri ini tidak terlalu kompleks. Contohnya antara lain rumah batik,
pembuatan makanan ringan, pembuatan anyam-anyaman, dan sebagainya
menengah merupakan
kegiatan industri yang tidak berbasis pada rumah tangga. Jumlah
tenaga kerjanya lebih
banyak dari industri kecil dan teknologi yang digunakan dalam industri ini sudah
mulai melibatkan mesin-mesin dalam jumlah terbatas. Contohnya antara lain
industri percetakan, konfeksi, dan penggergajian kayu.
c. Industri Besar
Industri besar
kegiatannya dalam skala besar. Jenis industri ini memerlukan modal besar,
dengan jumlah tenaga
kerja sangat banyak, dan teknologi yang digunakan sangat kompleks yaitu melibatkan
mesin-mesin berukuran besar dalam jumlah banyak. Contohindustri besar adalah pembuatan
mobil, pesawat terbang, dan pengolahan besi.
8.
Pariwisata
Pariwisata dapat
diartikan sebagai perjalanan dengan tujuan rekreasi. Mata pencaharian di
sektor pariwisata
beragam jenisnya, antara lain berupa penjualan jasa sebagai pemandu (guide), penyedia
penginapan (akomodasi), hingga agen perjalanan. Indonesia merupakan negara yang
memiliki banyak kawasan dan potensi pariwisata. Keindahan alam Indonesia sangat
terkenal hingga ke berbagai negara. Namun, masih sedikit penduduk Indonesia
yang bekerja di bidang pariwisata.
9.
Transportasi dan Jasa
Jasa merupakan usaha
manusia untuk membantu manusia lainnya dalam mencapai atau
melaksanakan sesuatu.
Sementara itu, transportasi merupakan kegiatan pemindahan barang
atau manusia dari suatu
tempat ke tempat lainnya. Pencaharian penduduk dalam bidang ini pun sangat
beragam. Bidang jasa dan transportasi terutama menjadi pilihan pencaharian
masyarakat perkotaan. Beberapa contohnya antara lain adalah pekerjaan sebagai
penerjemah, penyewaan barang, pengemudi, pilot, masinis, dan sebagainya.
10.Perdagangan
Perdagangan dilakukan
untuk menyalurkan dan memasarkan barang jadi dari produsen pada
konsumen. Perdagangan
diperlukan karena adanya perbedaan jumlah barang atau komoditi
tertentu antara suatu
kawasan dengan kawasan lain. Berdasarkan besaran dan jenis barang,
perdagangan dapat
dikelompokkan menjadi perdagangan kecil, perdagangan menengah, dan
perdagangan besar.
Perdagangan kecil, kegiatannya berupa penyaluran barang langsung kepada
pembeli (eceran). Perdagangan
menengah kegiatannya berupa penyaluran barang dari pedagang besar pada pedagang
kecil sehingga tidak melibatkan konsumen. Perdagangan besar kegiatan melibatkan
produsen barang atau pemilik barang dalam jumlah besar dengan para pedagang menengah.
Sumber
Daya Manusia
Pertumbuhan
penduduk adalah perubahan populasi sewaktu-waktu, dan dapat dihitung sebagai perubahan
dalam jumlah individu dalam sebuah populasi menggunakan "per waktu
unit" untuk pengukuran. Sebutan pertumbuhan penduduk merujuk pada semua
spesies, tapi selalu mengarah pada manusia, dan sering digunakan secara informal
untuk sebutan demografi nilai pertumbuhan penduduk, dan digunakan untuk merujuk
pada pertumbuhan penduduk dunia. Penyebaran penduduk dapatlah diartikan
pindahnya penduduk dari satu tempat ke tempat lain oleh apapun sebabnya, yang
akan mengakibatkan terjadinya perubahan penduduk. Prosesnya dengan imigrasi atau
emigrasi dan transmigrasi. Angkatan kerja adalah penduduk usia produktif yang
berusia 15-64 tahun yang sudah mempunyai pekerjaan tetapi sementara tidak
bekerja, maupun yang sedang aktif mencari pekerjaan. Angkatan kerja
dikelompokkan menjadi 4 golongan, yaitu :
1. Mereka
yang bekerja penuh adalah angkatan kerja yang aktif menyumbangkan tenaganya
dalam
kegiatan produksi.
2.
Pengangguran terbuka atau open unemployment adalah mereka yang sama sekali
tidak
bekerja,
tetapi sedang mencari pekerjaan (sewaktu-waktu siap bekerja)
3. Setengah
menganggur atau under unemployment adalah mereka yang bekerja tidak sesuai
dengan
pendidikan/keahliannya atau tidak menggunakan sepenuh tenaganya karena
kekurangan
lapangan perkerjaan. Contoh : Seorang sarjana bekerja tidak sesuai dengan
pendidikannya.
4.
Pengangguran tersembunyi / tersamar atau disebut disguise employment,
artinya suatu
pekerjaan
dikerjakan oleh pekerja yang berlebihan sehingga mereka tidak bekerja maksimal.
Pendidikan
adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses
pembelajaran
agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki
kekuatan
spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia,
serta
keterampilan
yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. (UU No.20 tahun 2003)
Peran
Tenaga Kerja Pria dan Wanita
Tingkat
partisipasi angkatan kerja adalah wujud nyata dari peran tenaga kerja baik pria
maupun
wanita di Indonesia berkisar pada angka 57% dalam kurun waktu 1991 – 1994,
kenaikan
angkanya relatif tidak berarti 57,1 persen pada tahun 1991 menjadi 57,6 persen
pada tahun
1994. Jika diingat bahwa penduduk dalam kelompok usia muda masih dominan,
kenaikan
angka-agka TPAK ini sangat kecil. Berarti manakala penduduk muda tersebut
(<10
tahun) bertambah umur sehingga memasuki batas usia kerja, sebagian besar mereka
tidak masuk
ke golongan tenaga kerja yang angkatan kerja, melainkan ke golongan yang
bukan
angkatan kerja. Boleh jadi mereka melanjutkan sekolah atau (bagi anak-anak
perempuan)
mengurus rumah tangga, atau mungkin juga menganggur. Kemungkinan yang
terakhir ini
tidak mustahil sebab selama kurun waktu yang sama angka pengangguran
mengalami
kenaikan. Pola perubahan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) berbeda
dengan pola
perubahan Tingkat Pengangguran dalam periode tersebut. Angka-angka TPAK
berfluktuasi
dari tahun ke tahun, sementara angka pengangguran senantiasa meningkat.
Dalam
perbandingan tenaga kerja pria dan wanita, pria masih jauh lebih tinggi
dibandingkan
TPAK
wanita. Perbandingan angkanya untuk tahun 1994 adalah 72,3 banding 43,4. Ini
mencerminkan
peluang tenaga kerja wanita untuk terlibat di pasar tenaga kerja masih
rendah.
Sedangkan jika dibandingkan secara parsial atau antar daerah, TPAK di daerah
pedesaan
justru lebih tinggi daripada di daerah perkotaan; 61,5 berbanding 50,5. Peluang
orang-orang
desa untuk terlibat di pasar tenaga kerja ternyata lebih baik dibandingkan
dengan
saudara-saudara mereka yang tinggal di kota. Lebih tingginya TPAK pria
dibandingkan
dengan saudara-saudara wanita tidak hanya berlaku untuk Indonesia secara
keseluruhan,
tanpa memperhatikan tempat tinggal. Akatetapi juga secara parsial di kedua
macam
daerah permukimam. TPAK pria lebih tinggidaripada TPAK wanita baik di daerah
perdesaan
maupun di daerah perkotaan. Di lain pihak, lebih tingginya TPAK di daerah
perdesaan
dibandingkan di daerah perkotaan tidak hanya berlaku untuk angkatan kerja
pria, tapi
juga untuk angkatan kerja wanita.
Perbandingan Peran
Tenaga Kerja Pria dan Wanita
Tingkat perbandingan
peran tenaga kerja wanita Indonesia di pasar kerja rasanya cukup
berarti. Tenaga-tenaga
professional, teknisi, dan sejenisnya lebih dominan di perankan oleh
pekerja wanita
dibandingkan dengan pekerja pria, baik untuk Inodnesia secara keseluruhan
(5,09%, sedangkan
pekerja pria hanya 3,76%) maupun di masing-masing daerah perdesaan
(3,57%) berbanding
(3,18%) dan daerah perkotaan (9,05%) berbanding (5,07%). Jenis
pekerjaan lain yang di
dominasi oleh pekerja wanita ialah penjualana, jasa, dan produksi.
Dominasi kaum wanita di
ketiga bidang kerja ini berlaku baik untuk daerah pedesaan
maupun perkotaan.
Pekerjaan dan Tingkat
Upah
Sebaran pekerjaan
angkatan kerja dapat ditinjau dari tinga aspek, yaitu berdasarkan (1)
lapangan pekerjaan; (2)
status pekerjaan; dan (3) jenis pekerjaan. Sebaran angkatan kerja
berdasarkan lapangan
pekerjaan menggambarkan di sektorsektor produksi apa/mana saja
para pekerja
menyandarkan sumber nafkahnya. Sebaran menurut status pekerjaan
menjelaskan kedudukan
pekerja di dalam pekerjaan yang dimiliki atau dilakukannya.
Adapun sebaran menurut
jenis pekerjaan menunjukkan kegiatan konkret apa yang
dikerjakan oleh pekerja
yang bersangkutan.
Investasi
Untuk
memperoleh suatu pertumbuhan ekonomi yang tinggi dalam proses pembangunan di Indonesia,
terkumpulnya modal dan sumber daya sebagai investasi, menduduki
peran yang sangat penting. Bagaimana kita dapat
melakukan pembangunan jika dana yang diperlukan untuk
itu tidak tersedia atau mencukupi ?
Dalam kondisi tertentu masih sulit untuk mengharapkan danainvestasi dari masyarakat. Untuk itulah
pemerintah memerlukan dana yang besar dari selisih penerimaan dan
pengeluaran biaya rutin pemerintah. Namun sayangnya pemerintah tidak
dapat terus-rnenerus mengandalkan tabungan pemerintah tersebut. Perlu dilakukan
upaya-upaya tambahan guna membantu memenuhi kebutuhan dana
investasi pembangunan. Upaya-upaya tersebut
adalah :
a. Lebih mengembangan ekspor
komoditi non-migas, sehingga secara absolut dapat
meningkatkan penerimaan pemerintah dari sektor luar negeri.Untuk
menunjang langkah ini perlu diusahaan peningkatan nilai tambah dan kemampuan
bersaing dari komoditi-kornoditi yang akan diekspor tersebut.
b. Mengusahakan adanya pinjaman luar negeri yang memiliki syarat
lunak,serta menggunakannya untuk kegiatan investasi yang menganut prinsip
prioritas
c. Menciptakan iklim investasi
yang menarik dan arnan bagi para penanam modal asing, sehingga makin
banyak PMA yang masuk ke Indonesia
d. Lebih menggiatkan dan menyempurnakan sistem
perpajakan dan perkreditan, terutama kredit untuk golongan ekonomi lemah, agar
mereka secepatnya dapat berjalan bersama dengan para pengusaha besar dalam
rangka peningkatan produktifitas.
rowland_pasaribu.staff.gunadarma.ac.id/.../peta-perekonomian-indonesia